Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Mungkinkah JK Tiru Joe Biden?

Mungkinkah JK Tiru Joe Biden?


A43 - Wednesday, November 11, 2020 6:15
Mantan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla (JK) (kiri) dan mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden (kanan). ( Foto: Istimewa)

0 min read

“I've lost a couple of times myself. But now, let's give each other a chance” – Joe Biden, Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS)


PinterPolitik.com

Akhir-akhir ini, situasi politik banyak diisi oleh drama tertentu, mulai dari kesedihan dan kekecewaan hingga perayaan dan kemenangan. Arus drama yang mendebarkan ini mungkin bisa sangat terasa bila kita mengamati situasi politik di Amerika Serikat (AS).

Gimana nggak? Beberapa waktu lalu, dunia memberikan fokus dan perhatian pada pesta demokrasi yang berlangsung di negara Paman Sam tersebut. Pemilu kali ini bakal menentukan siapa yang akan menduduki kursi kepresidenan yang biasa disebut sebagai leader of the free world.

Meski proses penentuan belum sepenuhnya selesai, sejumlah hasil menunjukkan bahwa Joe Biden – calon presiden dari Partai Demokrat AS – disebut keluar sebagai pemenang atas perlombaan yang dilaluinya melawan Presiden Donald Trump. Sorak bahagia pun akhirnya pecah di sejumlah wilayah AS atas kabar ini.

Sejumlah pemimpin dunia juga memberikan ucapan selamat kepada Biden – tidak terkecuali Presiden Joko Widodo (Jokowi). Melalui akun Twitter-nya, Jokowi mengunggah foto-fotonya bersama mantan Wakil Presiden AS tersebut sembari menawarkan ketidaksabarannya untuk kerja sama Indonesia-AS yang lebih erat.

Bukan nggak mungkin, kemenangan Biden di AS ini bisa memberi inspirasi untuk calon-calon pemimpin di negara-negara lain. Mungkin, salah satunya adalah mantan Wapres Jusuf Kalla (JK).

Beberapa waktu lalu, JK dalam sebuah wawancara ditanyai mengenai kemungkinannya untuk maju sebagai calon presiden (capres) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Bahkan nih, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ini juga disandingkan dengan nama-nama kepala pemerintahan yang menyentuh usia 70 tahun ke atas – seperti Biden di AS dan Mahathir Mohamad di Malaysia.

Wah, kira-kira, mungkin nggak ya Pak JK ini maju sebagai capres di tahun 2024 nanti? Kan, seperti Biden, JK juga udah sempat mencoba untuk mencalonkan diri untuk menjadi presiden – seperti pada tahun 2009 silam. Pastinya, dari situ, Ketum PMI ini udah berpengalaman dong.

Kalau misalnya benar akan maju pada tahun 2024 nanti, Pak JK nanti bisa menyusul nama-nama yang masih kuat memimpin sebuah negara meski sudah usia 70 tahun ke atas seperti Biden dan Mahathir. Pak JK dan Biden pun kan usianya nggak beda jauh kan – sama-sama lahir tahun 1942.

Lagipula, ada lho bentuk pemerintahan yang dijalankan oleh orang-orang dengan rerata usia yang lebih tua dari sebagian besar populasi. Namanya adalah gerontokrasi – sebuah konsep yang juga pernah disebutkan oleh Plato, seorang filsuf dari Yunani.

Hmm, mungkin gerontokrasi seperti ini bisa kita lihat di dunia anime. Salah satunya adalah anime Naruto. Coba amati saja Hokage Ketiga, Hiruzen Sarutobi. Meski telah lanjut usia dan sudah waktunya pensiun, Sarutobi tetap menjadi hokage lho untuk Desa Konoha.

Tapi nih ya, Sarutobi pun punya momentum tertentu yang dijadikan alasan mengapa ia tetap menjadi hokage di usia yang tua. Sebenarnya, hokage ketiga ini sebelumnya telah memilih Minato Uzumaki sebagai penerusnya.

Namun, karena suatu tragedi, Sarutobi melanjutkan jabatannya sebagai hokage. Lalu, enggak ada juga sosok yang bisa menyaingi Sarutobi waktu itu.

Ini sih bisa dibilang mirip ya dengan situasi di AS dan Malaysia. Biden, misalnya, disebut-sebut terpilih karena bertujuan untuk menghentikan pemerintahan Donald Trump. Sementara, Mahathir terpilih karena terdapat kasus korupsi yang membayangi mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak.

Hmm, kalau dibawa ke kasusnya Pak JK, kira-kira ada momentum apa ya? Lagian, bukan nggak mungkin peluang Ketum PMI ini terbilang kecil.

Dari sisi partai politik, misalnya, Golkar bisa jadi telah didominasi oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Apalagi, Pak JK dan para loyalisnya disebut sudah nggak menempati posisi penting di partai berlambang beringin itu.

Ya, meski jalur partai politik memiliki peluang yang kecil, bukan nggak mungkin sih Pak JK ini punya modal ekonomi yang bisa ditransformasikan jadi modal politik. Kan, kabarnya, dulu ada sejumlah proyek yang dikaitkan dengan nama beliau. Hehe. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait