Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Moeldoko ‘Kampanye Colongan’

Moeldoko ‘Kampanye Colongan’


Z19 - Monday, February 12, 2018 18:04
Moeldoko||spanduk

0 min read

“Terseret musim kampanye politik, karena alasan ideal atau sekadar taktik. Kampanye berubah menjadi unjuk harta, rakyat dikerdilkan sebatas suara.”






PinterPolitik.com

[dropcap]K[/dropcap]epala Staf Presiden, Moeldoko ternyata melakukan ‘kampanye colongan’ dengan menyebarkan kalimat ajakan kepada masyarakat untuk memilih calon kepala daerah yang peduli terhadap petani.

Mungkin masyarakat sadar atau ga sadar, sudah tersebar spanduk – spanduk yang berisi foto Moeldoko dan kalimat ajakan memilih. Uppppsss, masih lama kali ah pemilihannya, udah disuruh milih lagi aja, weleeeeh weleeeeh. Untung belum ada kata – kata coblos nomor…. Wkwkwk.

Ya iyalah, dapet nomor urut aja belom weleeeeh weleeeh. Dibikin santai ajalah, masih jauh juga kan pencoblosannya, weewww buru-buru banget, mau kemana emang sih? Wkwkwk.

Nah loh, kok Moeldoko berani mengarahkan masyarakat memilih calon kepala daerah yang peduli petani sih? Hubungannya apa Moeldoko melakukan hal itu, weleeeeh weleeeeh.

Ternyata eh ternyata, kapasitas Moeldoko saat menyebarkan kalimat ini sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Hmmm, gitu toh. Tapi calon kepala daerah yang mana sih yang dimaksud oleh Moeldoko? Weleeeeh weleeeeh.



Memangnya bagaimana masyarakat bisa mengukur pemimpin mana yang dikatakan paling peduli sama petani? Hmm, ukurannya apa ya?

Bukan yang deket sama HKTI tapi kan? Uppppssss, keceplosan mulu dah, ahhhh syudahlahhh biarin aja wkwk.

Tapi kepentingannya apa ya mengajak masyarakat memilih pemimpin yang peduli petani? Hadeuhhhh, emang siapa sih yang pengen dikodein sama Moeldoko?

Memangnya kalau masyarakat memilih calon kepala daerah yang peduli petani itu akan ada jaminan untuk hidup sejahtera? Milih pemimpin bukan hanya dari satu sektor kali ah, banyak yang jadi pertimbangan, weleeeeh weleeeh.

Apa daya tawar dan jaminan HKTI kalau mengharuskan masyarakat memilih pemimpin yang peduli petani? Peduli saja rasanya tak cukup.

Mendingan tanya lagi ke Moeldoko dan ke siapapun yang memasang spanduk – spanduk ajakan itu. Calon kepala daerah yang dimaksud Moeldoko itu apakah calon pemimpin dari kalangan petani asli atau petani musiman saat Pilkada aja?

Soalnya sekarang lagi musim juga para calon pemimpin yang jadi petani ‘karbitan’. Upppss, (Z19)

Berita Terkait