Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Mission Impossible Jokowi dan Luhut

Mission Impossible Jokowi dan Luhut


S13 - Friday, April 30, 2021 9:00
Jokowi dan Luhut Pandjaitan (Foto: istimewa)

0 min read

"Kalau tidak, kuartal berikutnya kita akan betul-betul sangat berat. Kita harus bisa meningkatkan, menaikkan paling tidak di atas 7 persen di kuartal kedua". – Presiden Jokowi


PinterPolitik.com

Mission: Impossible mungkin menjadi salah satu franchise film yang cukup sukses di pasaran. Tom Cruise sebagai aktor utamanya memang menjadi bintang lewat akasi-aksi stunt yang ia lakukan, yang banyak kali memang adegan-adegan berbahaya.

Terjun dari pesawat misalnya, mungkin menjadi salah satu adegan yang hampir selalu ada di film ini. Dan menariknya, ini selalu dilakukan sendiri oleh Tom Cruise. Emang sakti aktor yang satu ini.

Nah, ngomong-ngomongin misi yang tidak mungkin alias mission impossible ini kayaknya lagi cocok untuk disematkan pada Presiden Jokowi dan Pak Luhut Binsar Pandjaitan. Ini terkait pernyataan mereka berdua soal pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Covid-19 Berkah Bagi Kelompok Super Kaya Indonesia?

Jokowi misalnya mengatakan bahwa pada kuartal kedua tahun 2021 ini merupakan saat yang menentukan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia menyebut paling tidak peningkatan ekonomi Indonesia harus bisa mencapai lebih dari 7 persen pada kuartal kedua ini.

Menurut Jokowi, jika kuartal kedua ini angkanya tidak bagus, maka kuartal selanjutnya Indonesia akan kesulitan. Pak Jokowi juga mengakui bahwa ini bukan hal mudah, sehingga dia meminta dukungan pemerintah kota, kabupaten dan provinsi.

Hmm, realistis nggak sih angkanya kalau sampai 7 persen? Berasa berat banget cuy kalau segitu.

Tapi target ini sebetulnya telah disampaikan juga oleh Menko Marves Pak Luhut Pandjaitan. Doi memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh kencang mulai kuartal kedua 2021. Sama seperti Jokowi, proyeksi pertumbuhan ekonomi periode ini menurut Pak Luhut bisa mencapai 7 persen.

Cuma yang bikin ini jadi pertanyaan besar adalah di kuartal pertama tahun 2021, ekonomi Indonesia masih dalam zona kontraksi, yakni minus 0,3 persen. Iyess, minus 0,3 persen cuy. Makanya, buat langsung lompat ke 7 persen itu cukup jauh loh targetnya.

Padahal, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto hanya menaikkan ambang batas atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2021 menjadi di kisaran 4 persen sampai 5,6 persen.

Hmm, jangan sampai nih targetnya kejauhan dan malah bikin Pak Jokowi kesal sendiri nanti kalau nggak tercapai. Lama-lama para menteri bisa sakit perut semua karena stress dan tertekan untuk berusaha mewujudkan angka 7 persen itu. Uppps. (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait