Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Menunggu Gatot 'Selamatkan' KAMI

Menunggu Gatot 'Selamatkan' KAMI


F46 - Thursday, October 15, 2020 8:00
Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (tengah) saat mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). (Foto: Pikiran Rakyat)

0 min read

Effective leadership is not about making speeches or being liked; leadership is definied by results of  attributs” – Peter F. Drucker, konsultan manejemen asal Austria


PinterPolitik.com

Gengs, kalian yang mencintai atau cuma menikmati sajian sepak bola pasti kenal dengan istilah 'kapten' tim, kan? Meski kita bisa berdebat siapa kapten terbaik sepanjang sejarah persepakbolaan, tetapi untuk babagan kriteria kapten kita kayaknya bakal sepakat deh bahwa seorang kapten harus memiliki kredibilitas, wibawa, kharisma, dan keberanian.

Semua itu terangkum dalam satu kata: tanggung jawab. Kalian bisa melihat prinsip-prinsip tersebut dalam diri semua kapten sepak bola, mulai dari Maldini, Zanetti, Neville, Totti, Buffon, John Terry, Puyol dan lain-lain.

Pada akhirnya, di dalam tim pasti hanya satu orang yang terpilih menjadi kapten. Mereka yang menyandang kapten telah mampu memegang satu kalimat sakral, yakni tanggung jawab.

Di dalam tanggung jawab itu, terhimpun semua nilai dan sikap, mulai keberanian, kematangan, ketenangan, kecerdasan, dan kebersahajaan. Semua itu baru bisa dibuktikan manakala kapten dirundung masalah yang berkaitan dengan rekan setimnya.

Tentu saja, ini juga berlaku bagi pemimpin politik, apalagi pemimpin yang sedang berada dalam kondisi persis seperti yang mimin ceritakan di atas. Siapa lagi kalau bukan mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang diklaim sebagai tokoh pentolan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI)?

Sebagaimana yang diketahui, beberapa orang KAMI banyak yang ditangkap terkait kisruh demonstrasi omnibus law.Salah satunya adalah Syahganda Nainggolan. Tentu saja, sebagai pimpinan, Gatot diminta untuk turun tangan membebaskan Syahganda dan lainnya tetapi nyatanya nih sampai detik ini belum ada pergerakan yang berarti lho, sob.

Sontak saja, Ketua Umum Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule merespons sikap Gatot yang seakan hening dan diam seribu bahasa itu, cuy. Bahkan nih, Iwan sampai mendesak keras dengan kalimat “Jika Gatot tak mau tanggung jawab, maka ProDEM akan ambil alih untuk advokasi Bung @syahganda,” seperti ditulisnya dalam akun Twitter pribadinya.

Waduh, ibarat sepak bola nih, jiwa ‘kapten’ Gatot bisa jadi tengah diuji. Ingat lho, ya, kapten yang baik tentu tetap akan melindungi rekannya supaya nggak dihantam pemain lawan – pun juga mendekati wasit agar mempertimbangkan keputusan yang akan dikeluarkan. Begitulah, gambaran kapten sepak bola.

Nah kira-kira kalau sudah dapat hentakan dari Bung Iwan begini apakah Pak Gatot masih diam atau ternyata ia sedang main cantik agar bisa membebaskan Syahganda tanpa huru-hara?  Kita patut nantikan, cuy. Hehehe (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait