Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Menguak Kecewa Jokowi pada Menterinya

Menguak Kecewa Jokowi pada Menterinya


F46 - Thursday, August 6, 2020 18:00
Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Kepresidenan, Jakarta. (Foto: Antara)

0 min read

“Semua orang ingin punya karier, asal sesuai batas kemampuan” – Gatot Nurmantyo, mantan Panglima TNI


PinterPolitik.com

Cuy, kalian tahu dong pasti beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat sedikit marah dan meminta agar penyerapan anggaran Covid-19 ini cepat terserap. Salah satu alasannya ya agar di sektor bawah ini tetap bergeliat agar nanti ekonomi tetap berjalan hingga tataran bawah.

Padahal nih, dalam rapat awal dulu yang videonya sempat viral, Presiden Jokowi sampai menyindir langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang ternyata penyerapan anggarannya ini masih sangat minim.  Sementara, keinginan si bos dalam hal ini Presiden, penyerapan anggaran ini harusnya bisa cepat.

Nah, ternyata nih, semprotan dari Pak Presiden kemarin kelihatannya tidak begitu dihiraukan nih sama bawahan-bawahan Pakdhe – alias seakan-akan nih jajaran Kementerian yang menjadi pembantu Presiden bersikap bodo amat gitu loh.

Hadeuhh, kok para pembantu presiden ini seakan tidak berusaha menyelami kegundahan hati Presiden Jokowi?

Pasalnya begini loh, gengs, ternyata 40% anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp 695 triliun belum memiliki Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), cuy.

Weleh-welehh, kalau belum memiliki DIPA, terus bagaimana cara melakukan penyerapan anggaran, cuy? Kan, tidak mungkin tanpa ada DIPA, setingkat kementerian ujuk-ujuk melakukan realisasi kinerja tanpa ada rencana. Behh, kok seakan-akan kementerian ini tidak memiliki sense of crisis yang sama dengan presiden ya?

Sampai-sampai nih, Presiden bilang begini, “Di kementerian, di lembaga, aura krisisnya betul-betul belum, ya belum, masih kecil. Ini terjebak pada pekerjaan harian.” Hmmm, ada apa sih sebenarnya? Mbok ya, kalau ada masalah tuh diomongin, biar nanti bisa dicari bareng solusinya.

Apa jangan-jangan jajaran kementerian ini sebenarnya sudah jenuh ya dengan Presiden Jokowi – jadi mereka membangkang? Atau, jangan-jangan sudah males lagi kerja bareng dengan Pak Presiden – jadi seakan-akan arahan dan semprotan dari beliau sebelumnya nih tidak dianggap dan tidak didengar gitu loh.

Duh, semoga imajinasi mimin salah deh ya. Soalnya, bahaya tuh kalau ternyata terbukti benar. Bisa gulung tikar nih negeri. Upsss, hehehe.

Sampai-sampai nih, Pak Presiden meminta Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi untuk menangani hal tersebut. Hmmm, lagi-lagi yang diberikan tanggung jawab lembaga yang dipimpin Pak Erick nih kelihatannya.

Beh, semacam di negeri ini tidak ada orang lain lagi yang lebih kredibel gitu loh. Bukan berarti mimin anti-Pak Erick ya tapi harusnya malu dong sama para ahli dan masyarakat Indonesia yang lain.

Kan, para menteri dipilih presiden karena dinilai mempunyai kompetensi yang bagus dan lebih baik daripada yang lain. Kalau ternyata seperti ini mah, ya, kecewa bung pemirsa Indonesia. Hadeh. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait