Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Mengharap Mahfud Bagai Detektif Conan

Mengharap Mahfud Bagai Detektif Conan


F46 - Tuesday, August 25, 2020 7:15
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (Foto: AnalisaDaily)

0 min read

“Kedamaian bukanlah tidak adanya konflik, tetapi kemampuan untuk mengatasi konflik dengan cara damai” – Ronald Reagan, mantan Presiden Amerika Serikat (AS)


PinterPolitik.com

Cuy, bagi kalian anak generasi 90-an, masih ingat nggak sih serial anime di hari Minggu yang diperankan oleh seorang bocah cerdas, selalu bisa mengurai masalah, bahkan menangkap penjahat? Yes, benar banget, gengs, namanya adalah Detektif Conan. Pasti gak mungkin dong kalian gak kenal anime satu ini.

Karena ulah sekelompok mafia, sang remaja diberi obat bius yang mengakibatkan dirinya berubah menjadi anak kecil. Dengan badannya yang menjadi kecil, secara otomatis membuat doi menjadi jauh dengan Ran, si kekasih hatinya. Beeh, sedih ya? Padahal, selalu berdekatan tetapi seakan jauh banget.

Namun, kali ini mimin nggak mau bahas percintaan, cuy. Mimin mau mengajak kalian menyelami sosok si cerdas Conan Edogawa ini. Dalam setiap serialnya, si bocah yang bernama asli Shinichi Kudo ini selalu deh berhasil memecahkan sebuah teka teki besar yang orang lain tidak bisa pecahkan.

Keberhasilan dia ini bukan lain karena tidak mudah percaya, cuy, dengan keadaan yang terjadi. Ya, semacam, negative thinking dulu begitu menanggapi sebuah fenomena jika memang ada yang mengganjal menurutnya.

Nah, tahu gak sih kalian bahwa posisi dan kondisi tersebut saat ini sedang dialami oleh salah satu pejabat penting di negara kita ini? Bukan lain, sosok tersebut adalah Pak Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).

Salah satu pemicu kenapa Pak Mahfud bersikap seperti Conan ini ternyata karena, menurut doi, insiden kebakaran hebat yang menerpa Kantor Kejaksaan Agung (Kejagung) janggal, cuy. Ya, gimana gak berprasangka buruk ya? Ketika sedang menangani kasus besar, ladalah, secara mendadak gedungnya terbakar dan ludes tuh bangunan.

Akibat kejadian tersebut, ya wajar sih kalau membuat banyak pihak bertanya-tanya, curiga, dan berspekulasi liar. Bahkan, tidak sedikit yang berpikiran konspiratif bahwa ini pasti bukan karena unsur ketidaksengajaan alias ada sabotase.

Hal tersebut ternyata juga dialami Pak Mahfud, gengs. Sampai-sampai, Pak Mahfud mencurigai hal tersebut.

Doi menduga bahwa kebakaran tersebut karena ada pihak yang berkeinginan untuk menyabotase dan menghilangkan jejak perkara yang tersimpan di sana. Ya, meski Pak Mahfud sendiri seakan memberikan sedikit angin surga kepada kita, cuy, bahwa tidak ada data perkara yang hilang karena katanya berkas disimpan di gedung lain.

Hmmm, benar gak nih Pak Mahfud bahwa data perkara masih aman? Kita kan juga ketar-ketir pak. Apa lagi saat ini Kejagung juga sedang menangani kasus yang besar banget – terkait Djoko Tjandra yang ternyata juga melibatkan Jaksa Pinangki.

Atau, apa mungkin ini hanya siasat Pak Mahfud untuk mendinginkan suasana agar menutupi hal yang sebenarnya? Hmmm, hal tersebut dalam manajemen konflik kan memang bisa terjadi.

Yang pihak satu berusaha menenangkan publik, yang pihak lain masih tetap mencari realitas sebenarnya. Bahkan, terdapat kemungkinan juga sengaja menutupi kebenaran kalau ternyata data kasus juga ikut ludes.

Tujuannya apa? Ya jelas, cuy, pastinya agar tidak membuat kegaduhan di ruang publik.

Ngomong-ngomong, sampai saat ini kita masih percaya sih sama Pak Mahfud bahwa integritas bapak ini besar untuk bangsa dan negara. Harapan kita besar loh, Pak. Mohon jangan dihancurkan. Pasalnya, kalau tidak kepada bapak, ke siapa lagi kita berharap? Lah wong, nyatanya internal Kejaksaan Agung dan Polri saja juga terseret beberapa namanya.

Semoga bapak bisa menjadi seperti Conan Edogawa ya, Pak, yang selalu bisa diandalkan memecahkan sebuah masalah. Dengan catatan, data kasus dan barang bukti masih aman ya. Hehehe. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait