HomeCelotehMenanti “Bidak” Baru Keluarga Cendana

Menanti “Bidak” Baru Keluarga Cendana

“Sungguh disayangkan dinamika yang tidak produktif itu semakin dipertontonkan dengan membentuk Presidium Penyelamat Partai Berkarya, yang ironisnya ingin melaksanakan Munaslub. Partai berkarya belum pernah melaksanakan Munaslub sebelumnya”. – Tommy Soeharto, Ketua Umum Partai Berkarya


PinterPolitik.com

Pasca masuknya Prabowo Subianto ke pemerintahan Presiden Jokowi, posisi politik Keluarga Cendana menjadi salah satu pertanyaan besar yang berusaha untuk dicari jawabannya. Ibaratnya kayak mencari jarum di tumpukan jerami. Hehehe.

Tapi bener juga sih. Soalnya, pas sebelum Pilpres 2019, jelas banget kalau Keluarga Cendana itu meletakkan dukungan politiknya pada Prabowo Subianto. Kompak bengat lah anak-anak Soeharto waktu itu. Apalagi Pak Prabowo kan punya ikatan juga dengan Keluarga Cendana karena pernah menjadi suaminya Titiek Soeharto.

Nah, setelah Pak Prabowo jadi Menteri Pertahanan, emang masih menjadi misteri sih gimana arah dukungan politiknya para anak Soeharto tersebut.

Kini, perdebatannya juga makin menarik seiring makin seringnya pembahasan tentang Pilpres 2024 diangkat di banyak media. Keluarga Cendana bakal dukung siapa lagi kira-kira ya?

Emang sih Pilpres masih jauh dan dinamika politiknya masih bisa berubah banyak. Tapi, kalau Pak Prabowo jadi maju lagi di Pilpres 2024, maka mungkin aja dukungan anak-anak Soeharto akan diberikan lagi pada mantan Danjen Kopassus itu.

Tapi, kalau Pak Prabowo nggak maju lagi, kisahnya bakal jadi makin menarik. Sejauh ini, Tommy Soeharto adalah yang cukup “terlihat” menunjukkan ambisi untuk meraih jabatan tertinggi, termasuk buat jadi presiden. Tapi doi punya jejak kasus hukum dengan vonis hakim yang melebihi batas syarat yang dimuat dalam Undang-Undang Nomor 42 tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.

Baca juga :  PDIP Seruduk Erick Lagi?
- Advertisement -

Buat yang belum tahu, Tommy pernah divonis 10 tahun penjara akibat kasus pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita. Soalnya di Undang-Undang Pilpres, syarat minimalnya tak dipidana 5 tahun.

Nah, kalau anak-anak Soeharto yang lain, mungkin yang cukup dekat dengan politik adalah Tutut dan Titiek. Namun, jika menggunakan hitung-hitungan politik rasional, peluang keduanya juga tak akan besar.

Pilihan terakhir adalah mencari sosok dari luar yang bisa didorong untuk menjadi capres. Nama-nama yang kuat kini ada di tingkatan teratas seperti Anies Baswedan, Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo adalah beberapa opsi. Tapi mungkin nggak sih tokoh-tokoh itu didukung Keluarga Cendana?

Kemudian, Tommy juga kini dihadapkan pada persoalan baru. Partai yang ia pimpin ternyata juga bergejolak secara internal. Penyebabnya adalah karena tak lolos parliamentary threshold, sehingga membuat beberapa petinggi menuntut diadakannya Musyawarah Nasional Luar Biasa alias Munaslub.

Ujungnya, Tommy memecat beberapa kader yang dianggap menjadi penggerak dari usulan tersebut. Wih, emang berani lawan? Uppps.

Hmm, kalau menurut Helen Pausacker dari Australian Journal of Asian Law, anak-anak Soeharto emang masih punya kapasitas yang besar untuk menuntun mereka mengendalikan kekuasaan di Indonesia.

Tapi, persoalannya bukan hanya seberapa kaya dan seberapa kuat kampanye mengembalikan memori “Penak Jamanku Toh” yang digalakkan, melainkan mereka juga harus mampu mencari “bidak” baru – jika ingin disebut demikian – yang bisa bersaing di tingkatan teratas Pilpres 2024. Menarik untuk ditunggu kelanjutannya. (S13)

- Advertisement -

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_img

#Trending Article

Jokowi Isyaratkan Lawan Megawati?

Tangkapan kamera formasi iringan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama tujuh ketua umum partai politik dianggap merepresentasi terbentuknya poros koalisi menghadapi kontestasi politik 2024. Lantas,...

Surya Paloh Cuma Coba-coba?

Meskipun Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem telah menghasilkan nama-nama hasil voting Dewan Pimpinan Daerah (DPW), Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebut Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo yang...

Cak Imin Jago Gocek?

Lagi lagi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin tampil dan menarik atensi publik melalui gocekan-gocekan politiknya...

NasDem-Demokrat Bentuk Koalisi?

Surya Paloh merupakan elite politik pertama yang ditemui secara terbuka oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apakah Partai NasDem dan Partai Demokrat akan membentuk koalisi? PinterPolitik.com Sambutan...

Permainan Surya Paloh Belum Usai?

Meski Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem telah usai, tapi tanya tentang hasil Rakernas masih membayangi pikiran publik. Apa sebenarnya strategi Ketua Umum Surya Paloh di balik...

Prabowo Tidak Yakin dengan Megawati?

Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) dibentuk oleh Partai Gerindra bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Apakah ini dapat dimaknai sebagai kekhawatiran Prabowo Subianto terhadap Megawati? PinterPolitik.com Partai Gerindra...

Jokowi Gak Butuh Ma’ruf Amin?

Tidak terlihatnya Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada reshuffle kabinet mengundang tanda tanya sebagian orang. Apakah ini bermakna bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah tidak butuh Ma’ruf? PinterPolitik.com Sebagian orang...

Kok Jokowi Marah-Marah?

Lagi-lagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur pejabat  kementerian dan pemerintahan daerah soal prioritas belanja. Jokowi menilai belanja produk luar masih lebih tinggi dibandingkan produk...

More Stories

Kaesang Mulus Jadi Ketum PSSI?

Beberapa hari lalu, Indonesia menorehkan prestasi dengan lolos ke putaran final Piala Asia untuk pertama kalinya sejak 15 tahun lalu. Ini bisa dibilang menjadi...

Yang Abadi Hanya Megawati

Megawati Soekarnoputri bisa dibilang politikus paling berpengaruh di Indonesia. Mungkinkah Mega adalah politikus yang didesain sedemikian rupa?

Ini Alasan Anies Kalahkan Prabowo

Sekitar 23 ribu jemaat menghadiri Sholat Idul Fitri di Kawasan Jakarta International Stadium (JIS) sepekan yang lalu. Sebagai stadion yang dibangun di era kekuasaan...