HomeCelotehManuver Nasdem Yang Terancam

Manuver Nasdem Yang Terancam

“Surya Paloh mengarahkan agar Fraksi Partai NasDem DPR RI mengambil sikap untuk tidak melanjutkan revisi UU No.7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Termasuk mendukung pelaksanaan Pilkada Serentak 2024”. – Rilis resmi Partai Nasdem


PinterPolitik.com

Partai Nasdem mungkin jadi salah satu saudara muda partai politik di Indonesia yang sejauh ini cukup berhasil di panggung politik nasional. Berdiri pada 2011 lalu, praktis Nasdem adalah satu-satunya partai berusia di bawah 10 tahun yang sudah moncer jadi pemain utama politik Indonesia.

Memang ada Gerindra juga yang beberapa tahun lebih tua sedikit. Namun, untuk ukuran partai baru, Nasdem boleh lah diacungi jempol.

Bahkan, dalam dua periode pemerintahan terakhir, manuver Nasdem cukup baik dan berhasil menempatkannya dalam lingkaran kekuasaan Presiden Jokowi. Bahkan pada Pilpres 2019 lalu, Nasdem menjadi salah satu partai yang paling awal memberikan dukungan untuk pencalonan kembali Jokowi.

Makanya, partai biru ini bisa dibilang salah satu sekutu yang cukup punya pengalaman dalam kekuasaan Jokowi.

Sayangnya, semuanya sedikit berubah pada periode kedua kekuasaan Jokowi ini. Nasdem yang berharap mendapatkan beberapa posisi penting di kabinet, nyatanya tak lagi diberikan jatah tersebut. Jaksa Agung misalnya, tak lagi diduduki oleh orang dari Nasdem.

Hal inilah yang membuat beberapa waktu terakhir, hubungan Jokowi dengan Nasdem agak sedikit merenggang. Nasdem misalnya mulai membuka peluang mendukung pencalonan Anies Baswedan untuk Pilpres 2024. Partai tersebut juga sempat bertemu dengan PKS untuk menjajaki kemungkinan koalisi dan kerja sama.

- Advertisement -

Surya Paloh sebagai Ketum Nasdem bahkan pernah menyebutkan bahwa partainya tak akan segan-segan menjadi oposisi pemerintahan Jokowi.

Makanya, ketika Nasdem awalnya mengambil sikap mendorong revisi Undang-Undang Pemilu agar ada Pilkada di 2022 dan 2023, banyak pihak menilainya sebagai manuver yang berseberangan dengan pemerintah. Pasalnya, pemerintah tetap menginginkan Pilkada serentak digelar pada 2024 dan tak setuju ada revisi UU Pemilu.

Baca juga :  Jokowi Mengubah Politik Indonesia?

Tak heran, santer beredar muncul wacana reshuffle kabinet yang disebut-sebut mengincar menteri dari Nasdem.

Karena mulai muncul indikasi yang demikian, Surya Paloh berubah sikap dan akhirnya mendorong agar partainya menolak revisi UU Pemilu dan tetap Pilkada serentak di 2024.

Wih, ada yang merasa terancam nih. Uppps. (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_img

#Trending Article

Jokowi Dijutekin Biden?

Ketika mendarat di Washington DC, Amerika Serikat (AS), tidak ada pejabat tinggi AS yang menyambut Presiden Jokowi. Mungkinkah sang RI-1 tengah tidak dihiraukan atau...

Berani Ganjar Tinggalkan PDIP?

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo tidak diundang dalam halal bihalal PDIP Jateng. Apakah PDIP sudah tidak memperhitungkan Ganjar? Apakah Ganjar harus meninggalkan PDIP? PinterPolitik.com Bagi...

Jokowi Sudah Selesai?

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana mulai mengemas barang-barangnya di Istana untuk dikirim ke Solo, Jawa Tengah. Apakah ini pesan kekuasaan RI-1 sudah selesai secara...

Anies Lagi, Anies Lagi

Beberapa pihak menyebut nama Jakarta International Stadium (JIS) melanggar undang-undang karena tidak menggunakan bahasa Indonesia. Apakah kritik ini terjadi karena yang merampungkan pembangunannya adalah...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Cak Imin Bisa “Tenggelam”?

Politikus PKB Umar Hasibuan sebut soal kemungkinan ancaman pembajakan terhadap PKB. Bila terjadi, mungkinkah Cak Imin bisa makin tenggelam?

Partai Mana yang Diinginkan Gatot?

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menolak ajakan Din Syamsuddin untuk bergabung dalam Partai Pelita. Mungkinkah yang diinginkan Gatot adalah partai besar? PinterPolitik.com Kalau membahas eks Panglima...

Mampukah Gus Yahya “Jatuhkan” Cak Imin?

Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, untuk pertama kalinya dalam sejarah terjadi hubungan yang tidak mesra antara PKB dengan PBNU. Jika ketegangan terus...

More Stories

Ini Alasan Anies Kalahkan Prabowo

Sekitar 23 ribu jemaat menghadiri Sholat Idul Fitri di Kawasan Jakarta International Stadium (JIS) sepekan yang lalu. Sebagai stadion yang dibangun di era kekuasaan...

Jokowi, Luhut dan Political Amnesia

Kunjungan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan ke pabrik perakitan kendaraan listrik Tesla mencuri perhatian banyak pihak. Selain karena pertemuannya dengan orang terkaya di dunia...

Jokowi dan The Blood Oil of Russia

Di tengah perang yang terjadi antara Ukraina dan Rusia, isu energi menjadi salah satu konsen utama. Ini karena Rusia jadi produsen minyak terbesar ketiga...