HomeCelotehKPK ‘Kecolongan’ Koruptor

KPK ‘Kecolongan’ Koruptor

“Kenapa orang Indonesia selalu mempromosikan batik, reog? Kok korupsi nggak? Padahal korupsilah budaya kita yang paling mahal” ~ Sujiwo Tejo


PinterPolitik.com

[dropcap]K[/dropcap]omisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang ganas – ganasnya mencydukkk para koruptor. Apalagi di tahun politik, KPK jadi penjegal para koruptor yang ingin melenggangkan kekuasaannya.

Nah gitu dong, supaya Pilkada tak diikuti sama calon yang bermasalah. Kan ini salah satu pencegahan koruptor untuk berkuasa kembali. Bagus kan langkah KPK, mencegah secara dini, weleeeeh weleeeeh.

Makanya Pemerintah jangan sekali– kali mau menghambat KPK untuk membumihanguskan koruptor, emangnya ga tau apa, Pemerintah lagi mau agenda bersih – bersih, ah ilaaah dah. Kalau masih penasaran mau menghambat, nanti juga berasa sendiri kok, Menkopolhukam aja mundur teratur kan? Weleeeh weeleeeeh.

Di tengah menggeliatnya spirit KPK yang menggebu – gebu berantas korupsi, ternyata ehhh ternyata, KPK masih saja kecolongan. Parahnya, KPK membuat kegiatan pencegahan korupsi yang menghadirkan Gubernur Jambi, Zumi Zola yang sudah ditetapkan menjadi tersangka korupsi.

Lebih parahnya lagi, acara pencegahan korupsi dari KPK ini dibuka secara resmi oleh koruptor upppsss, maksudnya oleh Gubernur Jambi. Masih aktif jadi Gubernur ya? Pantesan kalau begitu, hmmm, weleeeeeh weeleeeeh.

Kalau acaranya itu untuk pencegahan kan memang ditujukan untuk daerah yang belum terjerat korupsi, atau para pejabatnya yang belum pernah korupsi. Lah ini kan, Jambi udah kena korupsi, sudah tercyduuukkkk, apalagi yang mau dicegah? Sudah ditindak juga malahan, weleeeeh weleeeh.

Kalaupun mau bikin acara pencegahan untuk para pegawai Pemprov Jambi yang ga kena korupsi, kenapa Gubernurnya pake diajak juga sih?

- Advertisement -

Kan udah duluan kena korupsi, bilang aja, “Maaf Pak Gubernur, ini kegiatan pencegahan untuk pejabat yang belum kena korupsi, berhubung Bapak sudah, jadi bila berkenan mohon untuk keluar”.

Baca juga :  Di Balik TikTok Zulhas-RK

Harusnya sih begitu, kan supaya acaranya tepat sasaran. Tapi yang dilakukan KPK malah sebaliknya. Entah sengaja atau tidak, ahhh syudahlah masa kecolongan sengaja, kocak amat dah, weleeeeeh weleeeh.

KPK akhirnya harus terima disebut kecolongan karena bikin acara pencegahan korupsi yang melibatkan koruptor dan dibuka secara resmi oleh koruptor.

Masa KPK kecolongannya sama sesuatu yang receh begini sih? Hadeuuuhhh, weeleeeh weleeeeh. (Z19)

spot_img

#Trending Article

Jokowi Dijutekin Biden?

Ketika mendarat di Washington DC, Amerika Serikat (AS), tidak ada pejabat tinggi AS yang menyambut Presiden Jokowi. Mungkinkah sang RI-1 tengah tidak dihiraukan atau...

Berani Ganjar Tinggalkan PDIP?

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo tidak diundang dalam halal bihalal PDIP Jateng. Apakah PDIP sudah tidak memperhitungkan Ganjar? Apakah Ganjar harus meninggalkan PDIP? PinterPolitik.com Bagi...

Jokowi Sudah Selesai?

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana mulai mengemas barang-barangnya di Istana untuk dikirim ke Solo, Jawa Tengah. Apakah ini pesan kekuasaan RI-1 sudah selesai secara...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Partai Mana yang Diinginkan Gatot?

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menolak ajakan Din Syamsuddin untuk bergabung dalam Partai Pelita. Mungkinkah yang diinginkan Gatot adalah partai besar? PinterPolitik.com Kalau membahas eks Panglima...

Anies Lagi, Anies Lagi

Beberapa pihak menyebut nama Jakarta International Stadium (JIS) melanggar undang-undang karena tidak menggunakan bahasa Indonesia. Apakah kritik ini terjadi karena yang merampungkan pembangunannya adalah...

Cak Imin Bisa “Tenggelam”?

Politikus PKB Umar Hasibuan sebut soal kemungkinan ancaman pembajakan terhadap PKB. Bila terjadi, mungkinkah Cak Imin bisa makin tenggelam?

Di Balik TikTok Zulhas-RK

Selain bertemu dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) alias Kang Emil juga membuat video TikTok dan Reels.

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...