Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Jokowi ‘Minta-minta’ Ke PPP

Jokowi ‘Minta-minta’ Ke PPP


G42 - Friday, September 28, 2018 20:11
5f2db8acc5d58fd22337058d265ca8f5_1

0 min read

“Jika kita tidak mudah menyerah, maka kita sudah dekat sekali dengan kesuksesan. Karena di dunia ini, ada dua orang yang susah sekali dikalahkan, yaitu orang yang sabar dan orang yang tidak mudah menyerah.”


PinterPolitik.com

Calon presiden inkumben Jokowi menyarankan kepada para calon anggota legislatif Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk memperkuat serangan darat dalam menghadapi Pemilu 2019. Asle, itu kalau serangan laut atau udara gimana ya pak? Wkwkwk.

Kalau kata Jokowi, dari sisi udaranya sudah dikerjakan banyak oleh Ketua Umum PPP Romahurmuziy. Nah kalau serangan daratnya yang harus diperkuat lagi. Seluruh caleg mau turun ke bawah.

Lah emang biasanya enggak inisiatif turun ke bawah ya pak? Masa sih perwakilan rakyat masih disuruh-suruh turun ke lapisan masyarakatnya? Ckckck.

Jokowi mengatakan, serangan darat dengan banyak turun ke masyarakat dan mendengarkan aspirasi mereka harus disertakan dengan penyampaian program-program pemerintah yang telah dilakukan. Asli, sambil menyelam minum air gitu ya pak maksudnya? Bisa ae bossque.

Mungkin aja sih para caleg PPP bantu kampanye Jokowi. Asal satu nih gengs, Ketum PPP-nya jangan sampai dipanggil KPK lagi ya! Apalagi dipangil KPK dengan status tersangka. Wah kalau gitu ceritanya bisa jadi kayak apa yang dibilang sama Akbar Tanjung tuh!

Kan kata Akbar Partai Golkar tergerus sebab banyak elite yang dipanggil KPK, terlebih kasus PLTU Riau yang menjerat Idrus Marham yang kabarnya akan seperti domino, jatuh satu tewas semua. Wkwkwk.

Jadi jelas dong gengs, Jokowi harus bisa menjadi penunggang kuda yang baik terlebih saat menunggangi KPK. Sebab kalau sampai KPK iseng sedikit menyentil PPP, bisa jadi Jokowi akan kehilangan partai yang dianggap memiliki citra baik dan persepsi yang baik karena sering tampil di acara debat di mana-mana. Betul apa betul?

Jadi gimana nih menurut kalian cuy, apa mungkin Jokowi berani bilang ke KPK kayak gini: “Jangan usik PPP dulu ya, kalau mau usik nanti aja kalau saya sudah jadi presiden”.

Atau Jokowi enggak berani, terus cuman bilang gini: “Ya udah deh sikat aja PPP yang kena kasus korupsi. Bodo ama deh gagal jadi presiden di periode kedua.” (G35).

Berita Terkait