Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Jokowi Dijegal Relawan Sendiri

Jokowi Dijegal Relawan Sendiri


S13 - Tuesday, January 26, 2021 8:30
Natalius Pigai (Foto: istimewa)

0 min read

"Ini adalah peringatan keras bagi perseorangan ataupun kelompok untuk tidak bermain api dengan SARA, karena pemerintah tanpa ragu akan menindak keras dan tegas segala bentuk tindakan yang dapat mengancam persatuan negara dan bangsa". - Jaleswari Pramodhawardani, Deputi V Kepala Staf Kepresidenan


PinterPolitik.com

Relawan. Orang-orang Prancis dulunya mendefinisikan relawan alias voluntaire sebagai mereka-mereka yang menawarkan dirinya secara sukarela untuk bergabung dengan militer dan ikut membantu peperangan yang dilakukan oleh negara tersebut. Ini di tahun 1600-an ya latar waktunya.

Kemudian, di era perang-perang selanjutnya, misalnya di Perang Sipil Amerika Serikat antara tahun 1861-1865, relawan adalah sebutan untuk para perempuan yang membantu menyediakan perlengkapan untuk para tentara yang berperang, juga mengobati mereka-mereka yang terluka dalam pertempuran. Kalau nonton film klasik Gone with The Wind pasti bisa dapat gambaran terkait kondisi saat itu.

Nah, terminologi ini kemudian terus berkembang, dan sekarang digunakan dalam hampir semua bidang, termasuk politik. Relawan politik adalah mereka-mereka yang secara sukarela ikut membantu pemenangan kandidat tertentu pada kontestasi elektoral tertentu.

Baca Juga: PDIP Ulangi Kejatuhan Demokrat?

Presiden Jokowi adalah salah satu sosok yang dikenal punya basis relawan yang sangat kuat. Sejak 2014 lalu, bangsanya Bara JP, Projo, Projamin, dan berbagai macam organisasi relawan lainnya, menjadi semacam tulang punggung perjuangan pemenangan sang presiden.

Sayangnya, tak sedikit juga kelompok relawan ini yang pada akhirnya berkontribusi negatif pada pemerintahan sang presiden. Contohnya pada kasus yang saat ini sedang ramai dibicarakan, yakni serangan rasial yang dilakukan oleh Ambroncius Nababan – seorang kader Partai Hanura sekaligus relawan Jokowi di kelompok Pro Jokowi-Amin alias Projamin.

Beberapa sumber bahkan menyebutnya sebagai Ketua Projamin.

Nah, si Ambroncius ini melakukan serangan rasial kepada mantan Komisioner Komnas HAM yang berasal dari Papua, Natalius Pigai. Ini terkait penolakan vaksin yang dilakukan oleh Pigai. Si Ambroncius ini tanpa merasa bersalah malah memposting foto Pigai yang disandingkan dengan seekor gorilla.

Wih, emang Ambroncius ini nggak mikir kah, bahwa apa yang ia lakukan itu justru bikin Pak Jokowi jadi pusing. Lha iya, Jokowi yang sedang sibuk dengan urusan bencana alam, lalu ada Covid-19, eh ini malah disuguhi tindakan yang bisa menimbulkan gejolak di Papua. Ini emang relawan yang nggak sesuai dengan definisi relawan itu sendiri.

Harapannya, kasus ini bisa diusut dan yang bersangkutan bisa ditindak secara tegas. Soalnya, rasialisme dalam bentuk apa pun tidak bisa dibenarkan. Bukan begitu? (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait