Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Helikopter: dari Firli hingga Idham Azis

Helikopter: dari Firli hingga Idham Azis


F46 - Wednesday, October 7, 2020 17:30
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Idham Azis. (Foto: Istimewa)

0 min read

“Kalau ada persatuan, semua bisa kita kerjakan. Jangankan rumah, gunung dan laut bisa kita pindahkan” – Pramoedya Ananta Toer, penulis asal Indonesia


PinterPolitik.com

Gengs, entah kenapa ya meski orang-orang pada suka superhero sekelas Captain America yang ganteng, Iron Man yang cerdas dan menginspirasi penjual odading, atau Superman yang kuat dan kokoh tak tertandingi, tetap saja bagi mimin tuh sosok superhero bernama Black Panther menggambarkan keunikan tersendiri sih.

Quote dahsyat seperti, "Kamu adalah orang baik yang memiliki hati baik. Karenanya sangat sukar bagi orang baik menjadi raja," yang diucapkan oleh T’Chaka (ayah Black Panther) kepada si anak, T'Challa (tokoh di balik topeng Black Panther) tuh terngiang di telinga mimin.

Sekali lagi, ini bukan karena nama Panther terkenal di Indonesia lho ya sehingga mimin love sama superhero ini, melainkan senang aja karena cerita di dalamnya menggambarkan tentang sosok raja yang amanah, inovatif, dan tetap mempertahankan tradisi lama yang baik.

Ngaku saja deh kalian juga terkesima kan andai sosok Black Panther ada dalam kehidupan Indonesia. Bayangin deh. Ia nggak hanya pejuang, cuy, tapi juga sekaligus raja. Bandingan dengan superhero lain deh.

Perubahan-perubahan yang canggih dan beradab berhasil ia buat, mulai dari membangun jembatan antarsuku, bernegosiasi dengan M’Baku yang sempat menolak T'Challa jadi raja, sampai mampu mengatasi ancaman kala ditantang oleh Killmonger.

Dan, yang paling keren, ia berani mengambil keputusan yang transformatif dengan membuka perbatasan Wakanda. Ini keputusan nggak main-main lho karena dari dulu Wakanda ada sensitivitas dengan dunia luar. Ya mirip-mirip dengan Kepala Kepolisian Negera Republik Indonesia (Kaporli), Jenderal Idham Azis, yang juga banyak sekali melakukan terobosan.

Kalau diperbandingkan, apabila T'Challa mendapat semangat memimpin dari energi baik pendahulu, pun demikian Pak Idham yang sukses melejitkan warisan dari pendahulunya, Pak Tito Karnavian.

Apabila T'Challa berani membuka pembatas Wakanda dengan dunia luar, pun demikian Pak Idham yang berani menegaskan hubungan Polri-TNI sebagai good partnership - suatu keputusan berani setelah banyak sekali insiden yang meretakkan hubungan keduanya, cuy.

Dan jangan lupa, apabila T'Challa memilih merangkul M'Baku dengan tetap tegas terhadap ancaman dari siapa saja yang merugikan tatanan baiknya, begitu pula Pak Idham yang memilih untuk nggak nempeleng pilot helikopter yang terbang rendah di atas kepala para demonstran dari kalangan mahasiswa di Kendari, Sulawesi Tenggara. Dahsyatnya tuh pada alasan Pak Idham lho, cuy.

Beliau bilang begini, "Cuma sekarang enggak boleh main tempeleng-tempeleng, jadi diperiksa Propam aja. Kalau masih boleh, saya tempeleng itu." Ya, ia benar-benar ingin berkomitmen pada citra Polri yang nggak asal 'apa-apa keras'.

Meski begitu, ketegasan tetap dijalankan dong. Enak aja si pilot yang sudah bikin degdegan tuh lolos dari hukum. Makanya nih, rencana si pilot tetap bakal di-gelendeng ke meja Tim Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sultra.

Tapi, by the way, kok babagan helikopter akhir-akhir ini jadi hal yang sering diperbincangkan ya, sob. Terlebih, jalan Pak Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri kemarin kan baru saja tersendat karena masalah helikopter juga. Upsss. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait