Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Edy: Bye Bye PSSI

Edy: Bye Bye PSSI


F41 - Monday, January 21, 2019 18:30
Edy Rahmayadi. (Foto NusantaraNews)

0 min read

"Perjuangan manusia melawan kekuasaan adalah perjuangan ingatan melawan lupa." ~Milan Kundera






PinterPolitik.com

[dropcap]T[/dropcap]adi pagi eik dengar kabar kalau Edy Rahmayadi mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PSSI. Aihhh, seketika para penggemar sepak bola terguncang. Mungkin saking senangnya?

Ya, dari beberapa waktu lalu, doi yang mengaitkan sikap wartawan dengan prestasi sepak bola nasional ini emang sudah didesak untuk mundur. Wah, kebayang nggak leganya para penggemar sepak bola sekarang? Berasa abis kentut tanpa ketahuan gebetan kali ya? Nikmattt...

Tapi Edy sendiri tuh nggak mau mengakui kalau alasan pengunduran dirinya karena desakan orang lain. Ketimbang itu, doi lebih legowo mengakui kalau dirinya itu gagal mengelola PSSI. Gimana? Alasannya jadi lebih terdengar gentleman bukan? Hiya, hiya, hiya.

[bctt tweet="Jabatan ketua PSSI bukan jabatan sekedar mengisi waktu luang..." username="pinterpolitik"]

Menurut Edy, dalam beberapa hal dirinya merasa tidak becus dalam memimpin induk organisasi PSSI pada akhir 2016. Katanya doi udah melarang jangan mengatur skor, eh tetap terjadi pengaturan skor. Sampai ada perkelahian juga.

Atas kegagalan tersebut, Edy pun meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya pecinta sepak nasional. Menurutnya ini merupakan pilihan yang terbaik dan sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk menjaga rumah besar PSSI agar tidak makin rusak.

Yowislah kalau begitu. Toh, dengan turun dari jabatan Ketua PSSI, Pak Edy bisa lebih asyik memimpin Provinsi Sumatera Utara. Rakyat Bapak kan juga banyak banget. Masalahnya apa lagi. Beuhh, nggak kebayang itu kusutnya otak Pak Edy setiap hari. Wkwkwk.

Dengan berkurangnya satu beban hidup, semoga kedepannya Pak Edy kalau diwawancara wartawan nggak akan lagi mengatakan “Apa urusan Anda menanyakan itu? Bukan hak Anda bertanya pada saya.” Please Pak, tugas wartawan itu memang bertanya.

Kadang eik berpikir, melihat kadar emosi Bapak yang suka kelihatan tidak stabil itu, mungkin Bapak sebenarnya memang sudah kewalahan ngurusin banyak hal. Hmmm…

Kalau Kata Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, Ketua PSSI itu bukan jabatan sampingan semata, memang harus dipimpin oleh orang berdedikasi. Harus full timer. Tapi konon doi sangat mengapresiasi keputusan Edy yang memilih mundur. Keren katanya.

Ya, semoga bener deh Pak Edy bisa berkonsentrasi sama kerjaannya sebagai gubernur. Kalau gak, pujian Pak Fadli ditarik lagi. Doi kan emang jarang ngasih pujian. Hihihi. (E36)

Berita Terkait