Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Dukungan Semu Politisi Pragmatis

Dukungan Semu Politisi Pragmatis


K16 - Friday, April 6, 2018 14:35
Dedi Mulyadi

0 min read

“Mungkin dalam aspek prosedural dianggap ada etika yang dilanggar. Tetapi, di mata pasien stroke bukan soal prosedur itu, tetapi soal kesembuhan yang diharapkan. Memenuhi etika kedokteran kalau tidak menyembuhkan, ya untuk apa?” ~ Calon wakil gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.






PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]osok dokter Terawan Agus Putranto kini tengah ramai diperbincangkan khalayak, usai dirinya dipecat sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) akibat metode pengobatan “Cuci Otak” nya yang diklaim bisa menyembuhkan penyakit stroke. Ajib bener dah dr. Terawan.

Sifat pemecatannya sendiri memang gak permanen sih, hanya 12 bulan. Tetapi selain pencabutan hak anggota IDI itu, dr. Terawan juga tidak diperkenankan untuk membuka pratek selama masa tersebut. Ini mah udah jatuh tertimpa tangga pula. Kician banget sih dia.

Padahal metode pengobatan “Cuci Otak” dr. Terawan ini bukan malapraktik loh. Tapi karena Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) menganggap ada pelanggaran kode etik berat di dalamnya, ya udah deh dr. Terawan diberi sanksi. Kayak lebay gitu deh sanksinya.

Sedikit banyak, masyarakat ikut bersimpati dengan kondisi dr. Terawan ini. Karena apa yang dilakukannya pada perkembangan ilmu kedokteran, bak ‘Air susu dibalas air tuba’. Para politisi pun gak luput ikut bersimpati, terutama itu tuh yang lagi pada ikut Pilkada.

Salah satunya, simpati yang disampaikan calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia menyerukan dukungan penuh kepada dr. Terawan yang memiliki terobosan luar biasa di bidang medis dan diklaim bisa menyembuhkan stroke dengan terapi “Cuci Otak”.

Dedi beranggapan, IDI hanya berfokus seputar etika prosedural tanpa melihat secara keseluruhan mengenai kemaslahatan hasil pengobatan yang dilakukan dr. Terawan. Jadi wajar aja dung ya, kalau sanksi yang dijatuhkan pada dr. Terawan dianggap ada indikasi persaingan profesi sesama dokter?

Tapi ya namanya politisi, gak ada yang bener-bener mengatakan sesuatu dari hati. Pasti itu semua demi tujuan politis tertentu. Yup, Dedi sebagai Cawagub Jabar ini memang lihai banget memanfaatkan isu yang sedang berkembang. Aji mumpung lah, dompleng popularitas dari kasus orang lain.

Siapa tau nanti banyak masyarakat yang melihat Dedi sebagai sosok yang peduli dengan nasib sesama. Tapi emangnya apa yang didapat dr. Terawan dengan dukungan moril Dedi ini? Gak ada lah. Tapi sebaliknya, Dedi bisa mengarahkan simpatik masyarakat tersebut demi meningkatkan popularitasnya. Jiah, ini mah namanya sama aja menari di atas penderitaan orang lain. Politisi pragmatis yang kayak gini ini mah. (K16)

Berita Terkait