Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Dokter Reisa, Jurus Baru Pemerintah?

Dokter Reisa, Jurus Baru Pemerintah?


F46 - Thursday, June 11, 2020 7:00
Dokter Reisa, Jurus Baru Pemerintah?

0 min read

“Pretty hurts. We shine the light on whatever's worst. Perfection is a disease of a nation” – Beyoncé, penyanyi asal Amerika Serikat (AS)


PinterPolitik.com

Eka Kurniawan boleh saja menulis novel yang berjudul Cantik Itu Luka, tetapi kebanyakan warganet Indonesia tidak semua mengamininya dalam kehidupan nyata. Ya kan, gengs?

Nah mungkin itu yang ada di pikiran warganet Indonesia saat melihat konferensi pers penanganan pandemi Covid-19 di layar televisi. Secepat kilat, tim komunikasi pemerintah untuk Covid-19 yang baru itu langsung membuat ramai publik. Ya, Dokter Reisa Broto Asmoro resmi jadi primadona di media sosial.

Beberapa hari yang lalu, Dokter Reisa tampil perdana dengan gaya elegan seperti di momen-momen yang lain. Dia nggak kelihatan grogi tuh. Maklum saja, sudah biasa mejeng di acara-acara televisi sih.

Jujur nih, para warganet yang biasanya bosan setiap dengerin laporan dari pemerintah tentang data dan imbauan selama Covid-19 – maaf ya, Pak Achmad Yurianto – berbicara pasti menemukan hal yang berbeda. Pastinya nggak hanya mimin saja, pasukan medsos juga banyak yang “terkejut” dengan kehadiran Dokter Reisa ini.

Bahkan nggak ketinggalan, Denny Siregar sampai mau nge-tweet agak alay sedikit. Hehe. "Sore, dr Reisa. Jam berapa mau konpers lagi. Udah nungguin nih," tulis Denny di akun @Dennysiregar7.

Oh ya, menurut mimin, yang beginian, sebenarnya emang jurus lama kok. Coba diamati. Kenapa kalau polisi mau bubarinpedemo pasti yang dimajuinduluan tuh Polwan. Hayo, kenapa?

Soalnya memang itu strategi cooling down yang efektif. Pun demikian halnya dengan kondisi ini, kenapa pemerintah baru ngeluarin jurus ini? Ya, sebab warga sudah tampak malas mengamati berita Covid-19 sih.

Makanya, agar warga dapat menyimak lagi, diubahlah strategi komunikasinya. Ismail Fahmi, peneliti DroneEmprit, via akun Twitter miliknya juga mengakui adanya ‘Reisa Effect’ di media sosial.

Meski pemirsa banyak yang menerima secara positif strategi ini, kayaknya peningkatan kasus kok tidak kunjung mereda sih. Apa strategi ini yang dimaksud dengan normal baru dari pemerintah? Upss. (F46)


? Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait