Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Di Balik KPU Izinkan Konser

Di Balik KPU Izinkan Konser


F46 - Sunday, September 20, 2020 21:30
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman berbicara mengenai pelaksanaan Pilkada 2020 pada Desember 2020 mendatang. (Foto: Antara)

0 min read

“Tujuan utama kita di hidup ini adalah untuk menolong orang lain” – Dalai Lama XIV, pemimpin spiritual pemeluk Buddha Tibet


PinterPolitik.com

Cuy, gimana sih hati kalian ketika ketika sudah berkorban banyak tapi ternyata ada pihak yang ternyata tidak menghargai pengorbanan kalian? Beh, nggak usah ditanyakan lagi ya, sob, ibaratnya, pasti sakit banget hati kita. Bahkan, sakitnya tuh sampai ke relung hati dan sum-sum tulang belakang. Upss, lebay dikit. Hehehe.

Kenapa mimin ngomong seperti ini? Tentu, bukan tanpa alasan ya, gengs. Mimin tuh hanya bersimpati kepada berbagai kelompok dan pihak yang sudah berkorban pikiran, mental, dan fisik untuk menghambat persebaran Covid-19 di Indonesia, gengs.

Setelah banyak yang berusaha sekuat tenaga, eh, ladalah kok Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengizinkan para peserta Pilkada Serentak 2020 menggelar berbagai acara yang berpotensi memperparah penularan Covid-19 – misal seperti bazar, gerak jalan santai, dan sepeda santai.

Bahkan, yang paling greget nih, si penyelenggara Pemilu ini juga membolehkan konser musik digelar meski pandemi virus Corona ini belum usai, sob. Wow banget ya, gengs?

Ya, meski posisinya mereka ini memberikan aturan bahwa jumlah peserta acara tidak boleh lebih dari 100 orang, tapi kan nggak ada aturan luas area dan bagaimana model penyelenggaraan konsernya – seperti soal pembatasan jarak. Hadeuh.

Lebih-lebih, itu semua sudah di atus di Pasal 63 Ayat (1) poin C dan poin E Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 10 Tahun 2020 loh. Duh, KPU ini kok ya kebangetan gitu loh?

Padahal, partai politik saja sudah menganjurkan untuk memperbanyak kampanye secara virtual saja. Misal, Golkar yang mengimbau kadernya agar menerapkan kampanye secara virtual melalui instruksi Pak Airlangga Hartarto.

Sementara, KPU sebagai penyelenggara kok malah tidak membuat aturan yang menitikberatkan pada kesehatan. Padahal, Presiden pun sudah  memberikan imbauan agar semua elemen tuh fokus terhadap sektor kesehatan. Duh duh.

Sampai-sampai nih, banyak banget loh pihak yang juga mengkritisi tindakan KPU ini. Misal, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bahwa, “Ora usah, ah, konser-konser. Nggo opo?

Lagian nih, apa KPU nggak kasihan sih sama Pak Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo dan tenaga kesehatan yang selama ini siang dan malam tidak kenal waktu berjuang sekuat tenaga untuk menangani Covid-19? Pak Doni sendiri udah bilang lho kalau Covid-19 itu mematikan layaknya malaikat pencabut nyawa. Tuh, dengerin, KPU.

Lebih-lebih nih, kok ya nggak segan gitu loh sama para artis yang dulu sampai rela membatalkan job konser hanya untuk ikut berjuang bersama agar si kecil Corona ini bisa segera diatasi. Misal, Mbak Raisa yang dulu ketika April rela membatalkan konsernya demi kepentingan rakyat.

Bahkan, ini kan bisa menyakiti hati para musisi tanah air ya. Jerih payahnya menekan ego selama ini ibaratnya sudah tercederai loh. Seperti yang dikatakan oleh Awan, pemain bas dari .Feast yang sampai mengatakan sakit hati layaknya dikhianati.

Beeh, daripada ditekan sama berbagai pihak karena polemik ini, mending coba deh komunikasi dan konsultasi ke Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19. Itung-itung saja silaturrahmi sebagai bentuk menghormati Pak Doni dan timnya yang selama ini bekerja keras (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait