Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Di Balik Jokowi Tunjuk Erick

Di Balik Jokowi Tunjuk Erick


F46 - Wednesday, July 22, 2020 7:00
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (kiri) dan Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) ketika mengikuti rangkaian kegiatan Pilpres 2019. (Foto: Twitter/@erickthohir)

0 min read

“Ada yang berubah, ada yang bertahan. Karena zaman tak bisa dilawan. Yang pasti kepercayaan harus diperjuangkan” – Chairil Anwar, penyair asal Indonesia


PinterPolitik.com

Gengs, kalian sudah tahu informasi terbaru belum nih? Di tengah kondisi yang saat ini serba pelik karena kondisi pandemi yang tak kunjung usai, ternyata pemerintah membuat kebijakan yang menurut mimin cukup mengagetkan, cuy.

Pasalnya, pemerintah membubarkan lembaga gugus tugas yang saat ini dinilai sangat penting perannya. Apalagi, angka jumlah korban dan kematian tidak pernah menunjukkan penurunan alias semakin naik.

Tapi, tenang, meski lembaga ini dibubarkan, tetap ada gantinya kok. Ya, kan, tidak mungkin pemerintah membuat kebijakan tanpa dikaji terlebih dahulu plus minusnya – apalagi saat ini Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 adalah lembaga yang sangat penting dalam kondisi sekarang.

Nah, kabarnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membubarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, gengs. Pembubaran ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Pembubaran ini berlaku sejak beberapa waktu lalu ya, gengs, yaitu tanggal 20 Juli 2020 setelah Perpres ditandatangani oleh Presiden Jokowi.

Sebenarnya, tidak ada masalah dengan Perpres ini karena, meski dibubarkan, tetap ada lembaga yang concerndengan Covid-19, yaitu dibentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional – alias ada penyatuan gitu loh antara penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

Memang harus kita akui ya, cuy, bahwa Covid-19 ini memberikan pengaruh besar terhadap perekonomian sebuah negara. Bahkan, mimin bisa bilang deh, hampir seluruh negara yang terdampak Covid-19 memiliki kondisi perekonomian yang menurun. Lahwong Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok sebagai negara besar saja keder. Hehehe.

Sebenarnya, yang mengagetkan dan menggemparkan jagat Indonesia bukan terkait pembubaran lembaga dan pembentukan lembaga baru ini ya, gengs, tetapi penunjukan Ketua Tim Komite ini, cuy, yaitu dipegang oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Coba deh perhatikan secara saksama. Dengan penunjukan Pak Erick sebagai Ketua Komite, ini kan seakan menunjukkan bahwa lagi-lagi yang diberikan tanggung jawab oleh Presiden Jokowi ya itu-itu saja – muter terus gitu seperti gasing Beyblade. Kalau anak tahun 90-an pasti tahu deh anime apa ini.

Kembali ke perputaran penunjukan, kok seakan tidak ada orang lain gitu loh, bosku, dalam pemberian wewenang. Ini kan menjadi bahaya.

Seakan nih, di antara jutaan sumber daya manusia Indonesia, kok ya hanya orang itu-itu saja yang diberikan tanggung jawab dan dipercaya oleh Bapak Presiden. Kan, mimin sebagai insan kritis transformatif berpikiran ke mana-mana. Berusaha positive thinking tetapi ujung-ujungnya membuatku selalu bertanya-tanya.

Apa jangan-jangan memang di negara Indonesia ini yang kredibel hanya mereka-mereka saja? Ataukah di belakang sana sedang terjadi sesuatu?

Soalnya nih, dengan ditunjuknya Pak Erick ini, dapat menjadi afirmasi tersendiri bahwa sebenarnya Presiden Jokowi sudah tidak terlalu percaya dengan beberapa pejabat di lingkarannya. Coba deh, kalian pikir dan hayati secara mendalam.Pejabat di lingkaran Istana ini se-ambreg loh, gengs, bukan hitungan jari saja.

Apalagi, kalau diamati secara saksama, kemungkinan besar nih, nanti tidak sedikit bukti yang menunjukkan bahwa ada banyak oknum yang ternyata rangkap jabatan. Misal, si A di Kementerian BUMN sudah menjabat posisi B, di kebijakan food estate juga menjabat posisi C, dan nanti di lembaga komite baru ini juga menempati posisi D.

Kalau seperti itu kan nanti ujung-ujungnya rangkap jabatan, cuy. Sehebat apa pun, pasti orang akan pusing jika mendapatkan jabatan yang rangkap-rangkap.

Ujung-ujungnya, nanti hasilnya belum tentu optimal. Yang dibuat pusing siapa? Ya, masyarakat biasa seperti kita-kita ini, cuy. Hadeeh. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait