Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Balapan Polri vs KPK

Balapan Polri vs KPK


F46 - Thursday, June 18, 2020 12:00
Kapolri Idham Azis (kiri) dan Ketua KPK Firli Bahuri (kanan). (Foto: Antara)

0 min read

“See the way we on and then we all up in the race” – Busta Rhymes, penyanyi rap asal Amerika Serikat (AS)


PinterPolitik.com

Adakah yang pernah lihat balap liar? Pasti pernah lah ya, minimal balapan di depan komplek antarsepeda ontel. Kalau mimin boleh ngasih gambaran sedikit, balap liar itu ada persamaan dengan balap resmi, seperti harus ada pembalapnya, minimal dua, terus harus punya aturan yang jelas, dan pastinya harus mengutamakan kesepakatan taruhan antar pelaku.

Perbedaannya sederhana kok. Cuma terletak pada persoalan perizinan. Ya, kan emang disebut liar sebab nggak mau diatur sama petugas berwajib. Hehehe. Jadi, sebenarnya banyak persamaannya daripada perbedaannya sih.

Tapi gengs, ada lho balapan yang pesertanya resmi diakui oleh lembaga berwenang. Pokoknya, siapa yang tanggap dan cepat dia yang terhebat.

Yang terbaru, balapan seperti itu bisa dilihat lewat persaingan antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) vs Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Begitu lah kira-kira.

Kali ini keduanya dipertemukan dalam laga bertajuk ‘derby klasik’ pengawalan anggaran. Dibandingin KPK, dalam arena Covid-19 sekarang, Polri kayaknya lebih gercepdeh, pemirsa.



Hal itu kelihatan kok. Setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta penegak hukum supaya serius mengawal dana, secepat kilat si Polri langsung ber-statement akan memberi sanksi tegas kepada pihak yang menyelewengkan dana penanganan Covid-19.

Bahkan, Kapolri Idham Aziz sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) di bawah kemudi Komjen Listyo Sigit Prabowo yang punya tugas khusus ‘menyikat’ oknum penyeleweng. Wih, kayak petir nih Polri.

Wah, kalau begitu KPK kalah start banget nih, cuy. Secara, saat Polri sudah melangkah, KPK malah masih terjebak pada banyak isu, termasuk  isu kenaikan gaji pimpinan. Astaga naga, kok begini ya? Padahal lho, ini sudah mulai banyak bermunculan dugaan-dugaan korupsi dana Covid-19 seperti yang dialami Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Itu kalau KPK nggak segera sadar akan perannya, bisa berabe kan. Soalnya, kemarin-kemarin Presiden menaruh harapan supaya KPK turut mengawasi dana Covid-19 ini. Bahkan, nama KPK langsung di-mention. Hehehe.

Harusnya, berlomba-lomba dalam kebaikan boleh, kan? Kalau sudah begitu, kira-kira siapa nih yang bakal menang di hati publik soal penanganan dana Covid-19. Polri atau KPK? Kita lihat saja ke depan. (F46)

? Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait