HomeCelotehArteria Dahlan ‘Suka’ Main Ancam?

Arteria Dahlan ‘Suka’ Main Ancam?

“Saya selalu menemukan bahwa belas kasihan lebih kaya dibandingkan dengan hukum yang ketat” – Abraham Lincoln, Presiden ke-16 Amerika Serikat (AS)


PinterPolitik.com

Sobat, kalian pernah mendengar ungkapan yang bilang, “Teman yang baik adalah dia yang mau memberi nasihat, mengingatkan kita, bahkan memukul ketika kita memang nyata-nyata melakukan kesalahan.”

Nah, jika kalian pernah mendengarnya, maka usahakanlah jadi seorang teman yang baik. Jangan malah sebaliknya, menjadi teman yang seakan mendorong apa saja yang dilakukan teman kalian, namun nyatanya ada motif lain di belakangnya, seperti mendorong ke jurang kehancuran.

Ingat, karena di dunia ini, mau tidak mau kita harus percaya dengan hukum karma ya, cuy. Dan, bagi kalian apabila selama ini sudah mempunyai sosok seperti yang mimin jelaskan di atas, maka pertahankanlah dia karena, di dalam situasi dan kondisi yang serba tidak menentu seperti saat ini, percayalah, susah mencari teman seperti dia.

Nah, ternyata nihcuy, model pertemanan seperti yang mimin sebutkan di atas tidak terlalu berlaku nih kelihatannya bagi pejabat kita, yaitu Bang Arteria Dahlan, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Pasalnya, tindakan keras ternyata dikeluarkan oleh doi ketika Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memberikan catatan terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja – atau dikenal juga sebagai Omnibus Lawcuy. Bahkan, aneh bin ajaib nih, Bung Arteria ini sempat memberikan ancaman loh kepada Komnas HAM.

Nggak tanggung-tanggung lagi, Pak Arteria Dahlan ini secara implisit bilang, “Tugas DPR itu membuat aturan hukum bersama pemerintah, Komnas HAM tidak boleh menjadi penghasut dan provokator. Sekali saja Komnas HAM sentuh DPR, Pak Arteria bakal bongkar borok yang ada di internal Komnas HAM”.

Baca juga :  Strategi Politik Cak Imin Usang?

Weleh-weleh, buset dah. Bagaimana sih? Masa malah memberikan ancaman seperti ini?

- Advertisement -

Lagian, sebagai elite negara nih mbok ya kalau bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat biasa seperti kita-kita ini. Kalau pejabat negara saja tidak bisa berperilaku elegan dan main ancam seperti itu, ya jangan harap masyarakat Indonesia bisa berperilaku lebih baik ya.

Ingat loh Pak Arteria, bahwa ada peribahasa, “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.” Hehehe.

Lebih-lebih nih, kalau memang Bung Arteria ini mengetahui borok dan bobroknya Komnas HAM, kan harusnya DPR mempunyai wewenang untuk mengoreksi juga ya. Bahkan, kalau memang perlu, kan bisa langsung memanggil Kepala Komnas HAM dan mengadakan diskusi bersama untuk menyelesaikan permasalahan yang ada – bukan malah menggunakannya sebagai senjata ancaman ketika DPR terpojok.

Lagian nih, apa yang dilakukan oleh Komnas Ham secara aturan dan payung hukum kan jelas ya – bahwa terdapat Pasal 89 UU Nomor 39 Tahun 1999 yang menjelaskan dan menegaskan tugas fungsi serta wewenang Komnas HAM, yaitu mengkaji perundang-undangan baik yang existing atau yang sedang dalam proses penyusunan.

Maka dari itu, secara tidak langsung nih, itu menjelaskan bahwa apa yang dilakukan oleh Komnas Ham sah secara hukum, sob. Duh, apa nggak mau ambil pelajaran dari konflik sebelumnya dengan Prof. Emil Salim yang berkaitan dengan hukum juga?

Bahkan, Pak Arteria ini nggak cuma sekali ini lho mengeluarkan ancaman di depan publik. Dulu, jurnalis Najwa Shihab juga pernah diancam untuk dibuka aibnya lhoCkckck. (F46)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Polemik Kuntadhi, Ganjar Cuci Tangan?

“Saya kenal Pak Ganjar. Tapi kayaknya Pak Ganjar, ya nggak kenal saya secara pribadi,” – Eko Kuntadhi, Pegiat media sosial PinterPolitik.com Eko Kuntadhi – pegiat media...

Mahfud MD Permainkan Bjorka?

“Satgas itu dibentuk bukan untuk memburu Bjorka, sebab yang dari Bjorka itu tak satupun yang membobol rahasia negara. Itu hanya sensasi,” – Mahfud MD,...

Airlangga ”Dijepit” JK dan PKS?

“Pak JK selalu dikaitkan, endorse Anies, kenapa nggak berat ke AH. Kalau kemudian Pak JK dikaitkan dengan endorse AH itu tidak lepas dari upaya upaya mencarikan...

Misteri Nomor Urut Tiga PDIP

“Jadi dari pihak PDIP, mengusulkan yang namanya tanda gambar itu, nomor itu sebenarnya saya katakan kepada Bapak Presiden dan Ketua KPU dan Bawaslu bahwa...

Di-Back Up SBY-JK-Paloh, Anies Pede?

“Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku ayah biologis dan ideologis AHY, Jusuf Kalla sebagai mentor politik Anies, dan Surya Paloh sebagai king maker,” – Ahmad...

Dewan Kolonel, Gimmick Duet Puan-Prabowo?

“Pokoknya, Dewan Kolonel ini adalah satu-satunya dengan tujuan mendukung Mbak Puan di 2024. Itu sekali lagi, tentu kami masih menunggu keputusan Bu Megawati siapa...

Jokowi, Anies, dan Politik Penghargaan

Anies Baswedan mendapatkan penghargaan Lee Kuan Yew Exchange Fellow dari Singapura. Sementara, Jokowi dapat Global Citizen Awards di AS.

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...