Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Aksi Duo Hashim-Prabowo

Aksi Duo Hashim-Prabowo


F46 - Wednesday, July 29, 2020 12:00
Hashim Djojohadikusumo (kiri) dan Prabowo Subianto (kanan). (Foto: Tribunnews)

0 min read

“Penyebaran berita bohong dapat menyebabkan perpecahan bangsa. Jadi ya hati-hati” – Joko Widodo, Presiden Indonesia


PinterPolitik.com

Gengs, berhati-hatilah dengan statement dari orang lain, ya, meskipun orang tersebut punya nama mentereng. Pasalnya nih, banyak korban yang sudah merasakan pahitnya 'berita bohong'. Dalam dunia perfilman, mimin yang pencinta Bollywood ini pernah dengar perseteruan seputar masalah tersebut.

Adalah Saif Ali Khan, si artis yang gempal dan ganteng itu tercatat sebagai pembuat berita bohong yang mencatut nama artis Hollywood papan atas, Natalie Portman. Kejadiannya bermula saat Saif Ali Khan ber-statement bahwa dirinya lagi terlibat penggarapan film bersama Mbak Natalie. Sontak saja publik menaruh ekspektasi, pun juga curiga.

Setelah beberapa waktu bergulir sampailah berita ini ke Mbak Natalie yang secepat kilat langsung mengklarifikasibahwa berita pelibatan dirinya dalam project film bersama Saif Ali Khan itu tidak benar.

Akhirnya, publik pun mendatangi Saif Ali dan menanyakan perihal statement-nya. Dengan tertunduk malu, Saif Ali bilang bahwa apa yang dikatakan Natalie memang benar.

Terus, apa dong alasannya? Kok bisa lho tokoh papan atas mengada-adakan suatu berita?

Tentu saja, alasan melambungkan nama pribadinya adalah jawaban yang ia akui secara jujur. Ya begitulah, cuy, kadang kala orang juga perlu caper alias cari perhatian. Tapi, ya, nggak begitu juga cara mainnya. Hehe.

Beda ladang, sama persoalan. Hal yang hampir mirip juga kayaknya sedang menyelimuti meja kerja Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Pasalnya nih, setelah Hashim Djojohadikusumo – adik Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto –melempar isu keberadaan proyek kisaran Rp 50 triliun, ternyata dalam suatu kesempatan hal itu dibantah oleh Kepala Biro Human Kemenhan Djoko Purwanto. Menurut Om Djoko, Kemenhan ternyata tidak pernah kedatangan proyeksenilai Rp 50 triliun dalam bentuk apa pun.

Waduh, kok jadi membingungkan begini sih? Penonton bisa-bisa kecewa kalau ternyata pernyataan Om Djoko benar, sedang statement Pak Hashim yang menyimpan motif mengangkat citra kakaknya itu hanya berita bohong belaka. Apabila sudah begini, harusnya Pak Prabowo membuat pernyataan dong. Bagaimanapun juga, kan, ini kaitannya dengan pribadi sekaligus institusi yang sedang dipimpinnya.

Jujur saja ya, cuymimin agak curiga deh dengan duo kakak beradik tersebut. Coba dilogika saja deh. Kalau memang pernah ada proyek Rp 50 triliun seperti yang dikatakan oleh Pak Hashim, mengapa kok dia sekaligus Pak Prabowo tidak melapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)?

Ya, terlepas dari fakta itu, mimin dan para netizen nggak tahu yang benar siapa nih pernyataannya? Boleh lah Pak Prabowo klarifikasi buat ngejelasin ke kita-kita yang kepo ini. Hehe.

Apalagi, mengingat kalau Pak Prabowo ini merupakan pejabat publik sekaligus juga tokoh yang masih diisukan mau maju buat politik elektoral ke depan. Yuk, Pak Prabowo, speak up, ini untuk kebaikan bapak juga loh. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait