Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Akhirnya, PDIP ‘Terima’ Rocky Gerung?

Akhirnya, PDIP ‘Terima’ Rocky Gerung?


F46 - Saturday, September 26, 2020 15:00
Ketua DPR Puan Maharani. (Foto: Era)

0 min read

“The fool always think he is wise, but the wise man knows himself to be a fool” – William Shakespeare, penyair asal Inggris


PinterPolitik.com

Gengs, mimin mau nanya, apa persamaan dan perbedaan antara Puan dan Mulan? Kalau menurut mimin sih perbedaannya jelas. Puan Maharani adalah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sementara, Hua Mulan adalah pejuang perempuan yang menjaga kaisar dari segala ancaman. Persamaannya juga jelas banget kok.

Dua-duanya merupakan perempuan yang  memiliki darah leluhur yang sangat andal. Puan mewarisi darah politisi dari kakek kemudian ibunya dan saat ini menjadi elite di PDIP. Sementara, Mulan mendapat anugerah berupa chi yang turun dari ayahnya sebab si ayah sangat ikhlas berjuang dan beribadah mendoakan anak cucunya supaya bermental ksatria Phoenix.

Eh, sebentar, di bagian perbedaan kayaknya perlu mimin tambahkan sesuatu deh, yakni perbedaan seputar karakter leadership. Bagi kalian yang sudah menonton salah satu putri Disney tersebut, pasti tahu seperti apa jiwa kepemimpinannya Mbak Mulan itu.

Ia tegas dan inspiratif – lebih memilih menunjukkan 'cara' dalam menyelesaikan masalah daripada beretorika atau berdebat. Walhasil, saat ia hendak diusir oleh pemimpin pasukan sebab menutupi latar belakangnya sebagai perempuan – saat itu ksatria didominasi laki-laki, cuy, justru teman-temannya yang semuanya laki-laki tuh malah meminta agar Mulan jangan diusir dari pasukan.

Akhirnya, Mulan diberi kesempatan untuk bergabung lagi dalam barisan ksatria. Nggak cuma itu aja, ia pun didapuk untuk memimpin misi menyelamatkan kaisar dari serangan Bori Khan. Secara jelas, kita bisa melihat kok bahwa retorika tanpa aksi 'menunjukkan jalan’ dan cara bertindak tuh nggak oke banget deh.

Lagian juga, kalau Mulan beretorika pasti juga sulit didengar sih di dunia patriarkis. Makanya, ia memilih untuk lebih banyak beraksi langsung. Walhasil, Mulan pun berhasil menjadi ksatria perempuan pertama dan mendapat cintanya orang-orang.

Di saat ksatria lainnya cuma berjargon loyal (setia), brave (berani), dan true (jujur) dalam mulut, Mulan sudah memahami itu sejak kecil dan mulai mengejawantahkannya dalam kehidupan. Siapa coba yang nggak senang dipimpin orang kayak Mulan, cuy? Mimin aja sampai kesengsem. Hehe.

Sementara, bagaimana dengan kepemimpinan ala Mbak Puan? Ya, bagus juga sih – cuma masih belum memuaskan. Nggakpapa kan kalau mimin bilang begini? Hehe.

Lha, coba saja disimak deh pernyataan terbarunya Mbak Puan yang menegaskan bahwa untuk menghabisi si biang kerok Covid-19 dibutuhkan pengamalan revolusi mental yang penuh totalitas. Alasannya Mbak Puan sih sebab di dalam revolusi mental tuh terkandung tiga prinsip luhur, yakni integritas, etos kerja, dan gotong royong.

Iya Mbak Puan, mimin ngerti kok bila revolusi mental tuh keren. Namun, kayaknya di tengah kondisi begini, daripada menghadirkan jargon yang mungkin masih kudu ditafsirkan oleh beberapa orang, mending saat statement tuh fokus aja pada langkah-langkah konkret.

Misal nih, Mbak Puan bisa kelleus bilang, “DPR akan turun ke masyarakat untuk memberikan sosialisasi pentingnya protokol kesehatan. Kalau perlu DPR siap mendatangkan alat kesehatan ke pelosok desa besok.” Gitu lebih keren deh.

Rakyat nih sudah capek ngurus ekonomi. Jadi, jangan ditambah beban berpikir lagi. Begitu. Lagian Mbak Puan ini kan bagian pemerintahan, maka yang ditunggu tuh aksinya. Kalau beretorika sudah banyak ahlinya, misal Bung Rocky Gerung. Apa jangan-jangan mau meniru Bung Rocky nih? Hehe. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait