Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Ahok Mimpi di Siang Bolong?

Ahok Mimpi di Siang Bolong?


F46 - Monday, October 26, 2020 17:00
Komisaris Utama (Komut) Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok ketika menerima penghargaan Roosseno Award IX-2019. (Foto: Media Indonesia)

0 min read

“Anda tidak perlu angkat senjata ke medan perang seperti jaman dulu, Anda cukup jangan korupsi saja itu sudah cukup” – Basuki Tjahaja Purnama, politikus asal Indonesia


PinterPolitik.com

Geng, kalian masih ingat ketika 2012 lalu muncul ramalan kiamat akan segera datang? Beh, beritanya itu langsung menyebar hingga seluruh dunia ya, cuy.

Bayangkan. Sampai-sampai, industri hiburan memproduksi film dengan judul 2012 (2009). Tentu, itu semua juga berdasarkan analisis pasar yang memang sudah penuh dengan perhitungan.

Ini terlepas dari bahwa isu tersebut memang sengaja setingan atau tidak ya, sob, karena memang pada dasarnya memang no one knows about it, except the issue maker atau yang biasanya dalam bahasa kerennya sang conspirator. Hehehe.

Nah, kelihatannya hal tersebut juga berlaku untuk Indonesia loh. Pasalnya, ada omongan bahwa akan ada sosok kuat yang berkeinginan untuk melakukan dua langkah besar. Pertama, ia ingin memberikan amnesti atau memutihkan dosa kepada mereka para pengemplang pajak dan pelaku korupsi.

Beh, gokil nggak sih? Padahal, biasanya pengemplang pajak bakal dikenakan pasal berat – apalagi koruptor yang jelas-jelas dibenci oleh seluruh masyarakat Indonesia. Makanya, dibentuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ada juga lembaga Indonesian Corruption Watch (ICW) dengan berbagai cabangnya di daerah.

Eh, ibaratnya ini malah akan diberikan hadiah. Ya, bisa cepat keluar dong papa Setya Novanto dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang yang dulu viral karena tertangkap KPK berjamaah. Yang bikin kaget dan merinding nih sebenarnya alasannya sih, yaitu supaya mereka tidak jadi 'ATM'. Hadeuh.

Dan yang kedua sosok tersebut pengen membuat adanya rekonsiliasi. Coba kalian bayangkan. Rekonsiliasi seperti apa, cuy, ini? Alasannya sekedar supaya masyarakat tahu mana yang orang yang bersih dan tidak. Dengan itu, masyarakat bisa memilih dengan benar.

Dalam hati mimin, “What the hell is this?” Masa ngurus negara sebercanda itu? Hadeuh. Mbok ya dipikir dulu kalau mau berucap dan mau membuat kebijakan. Iya, kalau penduduk negara kita ini secara pendidikan well-educated, dan secara ekonomi sudah bagus layaknya Amerika Serikat (AS) atau di Eropa misalnya Jerman dan Perancis.

Itu saja mereka tidak ada kebijakan se-nyeleneh seperti ini. Lah, kok mau dilakukan di Indonesia? Hmmm.

Tapi, ini mimin hanya mbatin di dalam hati ya, karena kalau koar-koar di publik, nanti takut ditangkap sama aparat. Terlebih, indeks demokrasi negara kita tercinta ini kan semakin menurun. Upss.

Namun, by the way nih, kalau kebijakan tersebut beneran dilakukan di Indonesia, beh, pasti pengemplang pajak happy banget ya, gengs. Selain itu ,koruptor juga pada senang. Lapas koruptor jadi semakin lega deh tuh.

Tapi, sayangnya nih, gengs, itu hanya sebuah pengandaian jika Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Pak Ahok jadi presiden Indonesia ya karena Hal tersebut doi ungkapkan dengan semangat dalam sebuah video tayangan akun YouTube Butet Kertaradjasa. Hehe. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait