Buzzer Jokowi Dibuang?

Moeldoko Menertibkan Buzzer
Moeldoko (Foto : World Times News)
2 minute read

“Itu lah destruktif, dan itu sudah tidak perlu lah,” – Moeldoko


PinterPolitik.com

Buzzer bisa jadi bermanfaat atau malah mendatangkan kerugian. Nah, khusus untuk buzzer Jokowi akhir-akhir ini dikritik karena terlampau militan dalam membela pemerintah.

Baik DPR dan Pemerintahan Jokowi baru-baru ini dikecam publik akibat banyaknya RUU bermasalah yang mengundang serangkaian demonstrasi besar-besaran di ibu kota maupun kota-kota lain di seluruh Indonesia.

Namun tetap saja para buzzer loyalis Jokowi ini tidak paham situasi dan tak pandang bulu dalam membela junjungannya. Mereka terus-menerus melakukan ofensif terhadap kelompok oposisi dengan berbagai ujaran vulgar yang membuat jengah masyarakat.

Kabar seperti mobil ambulans angkat batu, grup WA anak STM dan demo mahasiswa ditunggangi aktor menjadi pemberitaan di media. Namun setelah ditelusuri, ternyata semuanya hoaks yang disebar para pendengung politik.

Terkait hal ini, pemerintah pun akhirnya kena getah akibat ulah loyalisnya sendiri. Publik semakin antipati pada Jokowi yang bahkan belum dilantik. Akhirnya Istana pun memutuskan untuk turun tangan, menertibkan anak buahnya yang militan ini.


Moeldoko selaku Kepala Staf Kepresidenan, menyatakan bahwa sudah saatnya para buzzer berhenti bikin huru-hara dengan kelompok oposisi serta mulailah membangun argumen dan kritik yang konstruksif.

Walaupun memang mustahil seperti mengukir di atas pasir, namun perlu diingat bahwa fanatisme yang berlebihan justru akan menghancurkan Presiden sendiri.

Eksistensi ‘buzzer Istana’ yang liar justru menjatuhkan pamor pemerintah semakin dalam. Staf kepresidenan pun menyatakan sulit untuk menertibkan buzzer karena tidak ada struktur komando yang jelas. Jadi ya keprihatinan pemerintah ya cuma sebatas imbauan.

Walaupun kehadiran buzzer Jokowi sudah jadi duri dalam daging bagi pemerintah, namun pemerintah masih perlu buzzer sepertinya. Karena walaupun ada niat nertibin buzzer namun tidak pernah ada yang ditindak.

Yang kemarin itu, soal ambulans berisi batu dan grup WA STM, memangnya ada buzzer yang ditindak?

Jadi gimana nih pak? Serius ga menciptakan situasi informasi di Indonesia yang kondusif? Kalo iya, yang tegas dong dan tidak pandang bulu. Jangan janji doang.

Bukannya bapak sudah sudah sadar, kalo gak ditertibin bakal tambah meledak di luar proporsi. Kayaknya bapak perlu menerapkan pepatah ‘habis manis sepah dibuang’ pada para buzzer ini. (M52)

 

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.