Buni Yani Mulai Cengeng?

kasus buni yani
Buni Yani. (Foto: Konfrontasi)
2 minute read

“Dalam tangis seringkali ada doa, sedangkan apalah yang mungkin terkandung dalam amarah.” ~Dian Nafi


PinterPolitik.com

Pagiku hari ini dibuka dengan sebuah renungan tentang fenomena di zaman sekarang yang aneh bin ajaib. Dan ini semua karena satu pesan yang aku terima dari grup chat ghibahku.

Seperti biasa, chat ghibahku isinya pesan broadcast berbagai informasi. Mulai dari gosip selebriti, promosi barang dagangan, sampai link pemersatu bangsa. Ehmmm, maksudnya link videoklip lagu Indonesia Raya ya. Hehehe.

Nah, hari ini perhatianku sedang mengarah ke berita soal TKN Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang meminta Buni Yani agar nggak cengeng.

Ya, Buni Yani bilang akan dieksekusi pada 1 Februari 2019 mendatang. Berarti besok dong? Meski begitu, dia tetap berusaha untuk mengubah nasibnya, biar bisa bebas hukuman gitu. Karena apa? Menurutnya dia nggak salah dan hanya korban kriminalisasi rezim.


Semuanya salah, kalau nggak sesuai dengan kepentingan rezim? Click To Tweet

Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Jowi-Ma’ruf, Aria Bima menganggap Buni Yani terlalu mendramatisasi keadaan. Dari pada repot mencari pembenaran, lebih baik ikuti proses hukum seperti yang telah dilakukan terpidana kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama.

Hmm, menurutku apa yang dikatakan Aria Bima ada benarnya juga. Bukannya sekarang masuk penjara itu malah jadi tambah populer, ya? Harusnya Buni Yani contoh Ahok, setelah dipenjara, dia keluar sebagai pahlawan. Disanjung-sanjung.

Terpidana kasus ujaran kebencian Ahmad Dhani juga. Baru dipenjara beberapa hari, udah trending aja. Bahkan sampai ada aksi solidaritas Ahmad Dhani yang dibentuk untuk membela dirinya. Siapa tahu sebentar lagi juga ada Aksi Bela Buni Yani kalau nanti jadi dipenjara. Keren, kan?

Zaman sekarang kalau mau jadi pahlawan dan seorang gentleman itu dipikir-pikir gampang juga ya. Kritik aja pemerintah. Kritik aja ketidak-adilan. Niscaya pasal karet dalam UU ITE itu akan membawamu ke atas popularitas tingkat tinggi. Hehehe.

Gimana, gaes, fenomena yang aneh bukan? Ada yang mau coba? Tapi harus kuat mental dan fisik ya. Soalnya, nggak semua penjara seperti Lapas Sukamiskin yang mewah nan rupawan… (E36)