BUMN Erick ‘Seenak’ Bakso Blok S?

BUMN Erick Seenak Bakso Blok S
Menteri BUMN Erick Thohir ketika berperan sebagai tukang bakso dalam sebuah drama yang memperingati Hari Antikorupsi 2019. (Foto: Indopolitika)
3 minute read

“You can taste the dishonesty” – Beyoncé, penyanyi R&B asal Amerika Serikat (AS)


PinterPolitik.com

Gengs, menurut kalian kira-kira gimana jika seorang legend yang telah lama tidak tampak, secara mendadak turun gunung? Kalau tidak ada hal yang penting dan krusial, rasanya itu hal yang tidak mungkin terjadi ya, gengs. Secara mudahnya, jika doi muncul, berarti ada hal yang tidak sesuai pada tempatnya.

Nah, kondisi yang saat ini terjadi, memang begitulah adanya, cuy. Sangat tidak seperti biasanya, mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan secara mendadak akhir-akhir ini banyak memberikan kritik kepada pemerintah, entah itu secara umum terhadap kabinet kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi) atau secara privat kelembagaan, meski kritiknya tersebut kadang hanya dalam bentuk satire. Hehehe.

Ya, namanya juga legend yang berpengalaman, jadi ya gak kaget kalau pintar nyolek-nyolek begitu. Upsss.

Kenapa kali ini mimin menyebutnya sebagai seorang legend, itu tidak lebih karena ketika doi menjadi menteri BUMN hampir bisa menginisiasi kemunculan mobi listrik, cuy. Pasalnya, sebelumnya, belum ada menteri yang seprogresif doi. Yaa, meski pasca adanya insiden kecelakaan mobil tucuxi, tidak ada kabar kelanjutan. Hehehe.


Awalnya, kritik Dahlan Iskan hanya sebatas mengkritik rencana pencetakan uang sebesar Rp 600 triliun, cuy. Mungkin saking enaknya mengkritik, sampai kebablasan memberikan kritik lagi.

Kali ini Pak, Dahlan memberikan kritikk pedas kepada Kementerian BUMN, lembaga negara yang dulunya dipimpin oleh doi sendiri. Duh, namanya ghibah dan julit itu memang kelihatannya nikmat banget ya. Buktinya, Pak Dahlan aja sampai keterusan seperti itu, gengs. Hehehe.

Bahkan saking pedasnya, doi menilai bahwa BUMN tidak lebih bagus dari bakso yang ada di Blok S, gengs. Kalimat Pak Dahlan kurang lebih seperti ini, cuy, ketika dalam teleconference, “Agak memalukan menurut saya kalau BUMN kuat di bidang yang tidak terlalu terkait dengan ketahanan negara tapi sangat lemah yang justru secara langsung terkait dengan kepentingan publik. Misalnya waktu itu saya sangat prihatin bahwa BUMN di bidang pangan kalah dengan Bakso Blok S saking kecilnya dan saking jeleknya.”

Duh, Pak Dahlan kalau memberikan kritik mbok ya di filter dulu, soalnya pedes banget, cuy. Masa BUMN sampai disamakan dengan bakso.

Tapi bagaimanapun itu, ya, terserah pak Dahlan sih sebenarnya. Namanya juga kritik, ya dibikin loss saja, biar plong gitu. Kalau bahasa kerennya di anak-anak tongkrongan “los, gak rewel pokok e”. Hehehe.

Tapi by the way nih, kalau di tahun 2020 dan di bawah kepemimpinan Pak Erick Thohir saat ini dinilai tidak lebih baik dari Bakso di Blok S, terus BUMN di masa kepemimpinan Pak Dahlan Iskan gimana ya, gengs kira-kira? Hmmm, kok bisa berubah jauh ya? Mungkin kita bisa tunggu Pak Dahlan aja yang jawab ya, cuy. Hehehe. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.