BUMN akan Bangun RS Darurat Corona di Daerah

Foto: Bisnis.com
2 minute read

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memerintahkan jajarannya untuk membangun Rumah Sakit Darurat Corona di sejumlah daerah di Indonesia. Hal itu untuk mengantisipasi lonjakan penambahan pasien positif virus Corona (Covid-19) di berbagai daerah.


PinterPolitik.com 

Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi Arya Sinulingga mengatakan, pihaknya diperintahkan menduplikasi inovasi Rumah Sakit (RS) Darurat Wisma Atlet ke sejumlah daerah untuk mengantisipasi lonjakan pasien positif Covid-19.

Menurut Arya,  saat  ini pihaknya  tengah mencari lokasi yang berpotensi untuk dijadikan RS Darurat Penanganan Covid-19. “Kami juga kemarin mulai diperintahkan oleh (Menteri BUMN) Pak Erick Thohir supaya mencari di beberapa provinsi. Jadi ini diduplikasi apa yang dikerjakan di Jakarta akan kita duplikasi di beberapa daerah,” kata Arya di Graha BNPB, Jakarta, Rabu, Selasa (24/3).

Arya menjelaskan, beberapa lokasi yang potensial untuk melakukan duplikasi RS Darurat Penanganan Covid-19 adalah di Semarang, Bandung, dan Surabaya.  Selain itu Kementerian BUMN juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) terkait penggunaan Asrama Haji di daerah sebagai R S Darurat khusus untuk pasien Covid-19 yang membutuhkan perawatan medis.

“Kalau ini dimungkinkan maka kita akan mengejar supaya nanti lokasi-lokasi tersebut bisa menjadi rumah sakit darurat untuk Corona di beberapa provinsi,” ujarnya.


Sebelumnya Erick Thohir juga menegaskan Kemennterian BUMN juga telah menyiapkan 13 RS BUMN yang tersebar di berbabagi daerah siap dijadikan RS Darurat Covid-19.

Keterbatasan sarana pendukung, seperti jumlah kamar yang tersedia membuat Kementerian BUMN berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari lokasi terbaik dan memadai guna mendirikan RS Darurat Covid-19 di berbagai daerah di tanah air. (R58)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.