Bos BUMN Tidak Perlu Lakukan Lobi untuk Pertahankan Jabatan

Bos BUMN Tidak Perlu Lakukan Lobi untuk Pertahankan Jabatan
Menteri BUMN, Erick Thohir tidak akan ganti pimpinan BUMN tanpa ada alasan yang jelas (Foto: PinterPolitik)
2 minute read

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan para pimpinan BUMN tidak perlu melakukan lobi-lobi untuk mempertahankan jabatannya. Justru yang penting mereka tetap mengedepankan atau memprioritaskan profit perusahaannya.


PinterPolitik.com

Menurut Erick kalau profit minimal atau bottom line BUMN baik, maka pimpinan BUMN tidak perlu merasa khawatir posisinya terancam. Dia juga mengungkapkan pihaknya tidak ingin sering terjadi pergantian pada petinggi BUMN.

Karena tidak akan ada perusahaan BUMN yang stabil jika sering terjadi pergantian jajaran komisaris ataupun direksi, setiap tahunnya. “Mana ada kestabilan dalam suatu perusahaan, kalau sering terjadi pergantian kepemimpinan setiap tahun,” ujar Erick Thohir di Jakarta, Jumat (10/1).

Menurut Erick dirinya menginginkan semua perusahaan BUMN jangan sampai berganti-ganti dewan direksi dan komisarisnya. Pejabat BUMN diharapkan dapat menyelesaikan masa tugasnya sebagai pemimpin perusahaan.

Namun, ungkapnya jika ada pergantian sebelum tugasnya berakhir, tentunya ada alasan tertentu kenapa diganti. “Pergantian pengurus BUMN tersebut bisa terkait Key Performance Index (KPI) karena tidak mencapai target atau secara operasional menyalahi tata kelola korporasi baik dan bersih (good corporate governance),” tandas  Erick.

Sebelumnya Erick Thohir juga meminta  para petinggi BUMN tidak bergaya hidup mewah, di kala perusahaan BUMN yang dipimpinnya merugi. Menurut dia, bukan tidak boleh untuk sesuatu yang memang layak didapatkan, namun harus punya hati dan akhlak ketika perusahaannya merugi, maka para pimpinan BUMN tersebut juga harus menjalani gaya hidup prihatin atau sederhana.

Saat ini hanya 15 dari 142 BUMN yang ada, memiliki kontribusi terbesar terhadap total profit dari BUMN, yaitu senilai Rp 210 Triliun atau 73 persen dari total profit. Sementara sisanya 127 BUMN lain dinilai belum maksimal. (R58)

Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.