Beda Garang KPK Soal Corona

Beda Garang KPK Soal Corona
Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, pada Desember 2019 lalu. (Foto: Antara)
2 minute read

“Sometimes I go off, I go hard” – Beyoncé, penyanyi asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Virus Corona ini, selain membuat geger masyarakat Indonesia, ternyata juga menjadi berkah ya, gengs. Ayo coba tebak apa sih berkah dari adanya virus corona ini.

Gini, cuy. Berkat adanya si kecil Corona ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dulu garang banget dan tiba-tiba melempem kayak kerupuk kesiram air sekarang langsung keluar taringnya.

Pasalnya nih, tiba-tiba Bapak Firli Bahuri sebagai Ketua KPK mendadak bersuara dan mengancam akan memberikan hukuman mati kepada koruptor. Weleh-weleh, ada apa sih pak sebenarnya? Lama tidak terdengar suaranya kok sekali keluar langsung memberi ancaman.

Gini, brother and sister, ceritanya. Awalnya nih, Ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani menambahkan alokasi anggaran untuk penanganan virus COVID-19 dengan nilai yang sangat fantastis. Tidak tanggung-tanggung, beliau menambahkan anggaran sebesar Rp 62 triliun.


Nah, setelah penambahan alokasi dana tersebut, Ketua KPK langsung membuat statement akan memberikan hukuman mati kepada pihak yang melakukan tindakan korupsi di tengah wabah  bencana COVID-19. Wah, sip juga sih.

Tapi nih, kalau pemerintah yang korupsi informasi terkait Corona gimana ya, gengs? Kan, mereka nutupnutupin  informasi kepada publik kemarin. Dihukum juga gak tuh?

Sama-sama korupsi loh ini. Cuma bedanya yang satu korupsi uang yang satunya lagi korupsi informasi. Sama-sama merugikan masyarakat loh. Hehe.

Selain itu, kok tumben banget ya bapak terlihat kinerjanya. Hmm, apa udah bosan work from home (WFH) nih?

Ngomongngomong nih, apa kabar ya eks-Sekjen Mahkamah Agung Nurhadi dan eks-kader PDIP Harus Masiku? Kelihatannya dari berapa bulan lalu KPK belum garang juga ya, gengs, soal mereka.

Kemarin tuh, kalau ditanya awak media tentang kejelasan kasus suap si Harun, KPK selalu mengaku kesulitan. Alasannya tuh banyak banget cuy, dari A sampai Z, dari yang keberadaan di luar negeri sampai karena mereka nggak punya handphone. Beeh, bisa kali sampai dibikin novel atau buku quotes gitu.

Katanya sih, udah mencari sampai puluhan lokasi, tapi tetap saja gak ketemu. Udah sebulan lebih nih gak ketemu. Main petak umpetnya lama banget. Gak bosen apa ya ngumpet terus.

Ya, terlepas dari itu semua, gengs, semoga anggaran penanganan COVID-19 sebesar Rp 62 triliun tadi tidak “terinfeksi” juga lah oleh tikus-tikus koruptor. Kasihan rakyat sebagai masyarakat biasa. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.