Bamsoet Semakin Niat Jadi Ketum?

Bamsoet Makin Kenceng Jadi Ketum Golkar
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kanan) saat menghadiri pelantikan pimpinan MPR periode 2019-2024 di ruang rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan. (Foto: Beritagar)
2 minute read

 “Tak ada yang abadi” – Peter Pan, Tak Ada Yang Abadi


 PinterPolitik.com

Di dunia ini tuh ga ada yang abadi. Pasti pepatah ini udah sering banget kita dengar, apalagi bagi para pasangan yang awalnya yakin bakal langgeng taunya putus di tengah jalan. Intinya dunia ini penuh ketidakpastian.

Ini pun yang sedang dialami internal Partai Golkar. Tentunya semua sudah mafhum mengenai rivalitas antara Bambang Soesatyo (Bamsoet) dan Airlangga Hartarto berebut Ketum Golkar. Bentar lagi kan Musyawarah Nasional (Munas) Golkar tuh, tensi antara kubu Bamsoet dan Airlangga makin tinggi.

Sebenarnya ketika memasuki periode kedua Pemerintahan Presiden Jokowi antara Airlangga dan Bamsoet ga ada friksi. Cuman saat itu Airlangga memang digadang-gadang sebagai calon kuat Ketum Golkar lagi. Tentunya sudah banyak loyalis Airlangga yang bersedia memuluskan periode kedua sang Ketum Golkar tersebut.


Cuman, setelah Airlangga Hartarto jadi Menteri Perindusterian berhembus kalo dia punya saingan yaitu Bamsoet yang udah jadi Ketua MPR. Sebenernya gak masalah sih kalo dua tokoh tersebut berkompetisi buat jadi Ketum Gokar toh rangkap jabatan sah-sah saja.

Tapi hal lucu dari situasi inilah adalah pencalonan Bamsoet. Bamsoet kan awalnya tuh sok cool dan jaim bilang kalo itu mah harapan kawan-kawannya aja. Hanya saja, makin lama dukungan terhadap Bamsoet makin kenceng.

Ketua Koordinator Bidang Perekonomian DPP Partai Golkar, Azis Syamsudin bahkan sampai bilang laknat Allah akan datang pada orang yang melanggar komitmen. Bukannya mundur, kubu Bamsoet pun makin kenceng buat menaiktahtakan Bamsoet sebagai pejabat tertinggi Golkar.

Makin deket Munas Golkar kubu Bamsoet malah bikin wacana Munas tandingan karena menurut mereka banyak pendukung Bamsoet yang seharusnya jadi panitia malah dicoret namanya. Selain itu Airlangga Hartarto juga dituduh memasukkan unsur non partai seperti keluarga dan kroninya sebagai pengganti panitia loyalis Bamsoet.

Nah, Bamsoet ini tuh patut disoroti lebih jauh. Memang yang banyak gerak itu loyalisnya, cuman Bamsoetnya sendiri oke-oke aja. Walau awalnya didorong-dorong, Bamsoet mungkin lama-lama emang pengen jadi Ketum Golkar. Ah, bisa aja.

Mungkin seperti orang yang awalnya gak suka, tapi karena dicie-ciein terus lama-lama suka beneran dan akhirnya jadian. Kayak Bamsoet pas ditanya mau maju apa engga, bilangnya engga taunya makin ke sini makin banyak yang dukung. Memang ya tidak ada yang abadi di dunia ini. (M52)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Mahfud: Habib Rizieq Ancaman Pemerintah?