Balada Kasus Cinta Habib

9 minute read

Akhir Januari 2017, masyarakat dibuat heboh satu situs dunia maya. Di dalamnya, sebenarnya tak jauh beda dengan isi situs pornografi kebanyakan. Hanya saja, ada nama besar yang jadi tokoh utama di sana.


PintarPolitik.com

[dropcap size=big]H[/dropcap]abib Rizieq Shihab pusing tujuh keliling dibuatnya. Imam besar dari ormas ternama dan berpengaruh ini, terjegal kasus pornografi dan perselingkuhan dengan wanita bernama Firza Husein, bukti-bukti hubungan mereka digelar dalam situs www.baladacintarizieq.com. Situs tersebut memang sudah tak bisa lagi diakses, namun kemunculannya yang sekejap cukup membuat dirinya dan semua nama yang tercantum senewen dibuatnya.

Pasalnya, kepolisian kini mengincar dirinya dan wanita yang berada dalam situs tersebut. Sanksi Pornografi UU No. 44 Tahun 2008 dan UU No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) menghantui, jikalau pesan dan foto-foto yang terpampang dalam situs adalah benar mereka. Polisi juga memburu pelaku yang membeberkan pesan dan foto ke internet. Selain foto dan pesan-pesan ‘panas’, tersedia pula rekaman pembicaraan telepon antara Firza dengan Emma alias Fatimah. Pembicaraan tersebut berisi ‘curhat’ Firza tentang hubungannya dengan sang imam besar kepada Emma. Dalam pembicaraan di telepon, Firza mengaku memborbardir sang ulama karena dirinya sengaja tidak menghapus bukti pesan mesra Rizeq kepadanya dan sebaliknya. Ia mengaku kepada seseorang bernama Kak Emma, dirinya dijanjikan Rizieq untuk dinikahi. “Stress dia, Kak Emma.” kutipan Firza Husein kepada Emma ini sempat viral di dunia maya.

Kasus tersebut masih bergulir sampai sekarang. Selasa (25/04) lalu, Polda Metro Jaya mengundang Habib Rizieq beserta istrinya, Syarifah, untuk memberikan keterangan kepada kepolisian. Begitu pula Firza dan Emma, yang juga tak bisa hadir atas alasan kesehatan. Selain Habib Rizeq dan istri, Firza dan Fatihah alias Emma, Polda Metro Jaya turut mengundang Habib Muchsin Alatas, suami Emma. Namun, semua nama yang disebutkan tak satupun memenuhi panggilan kepolisian demi kebutuhan penyidikan kemarin.

 

Alhasil, kepolisian mengatur jadwal ulang kepada para saksi di atas untuk minggu depan seperti yang disampaikan oleh Wakapolda Suntana, “Kami dengar bahwa Ibu Firza dan Ibu Emma tidak datang hari ini, nanti kita akan berikan panggilan kedua.” ujarnya. Sementara Rizieq, melalui kuasa hukumnya berdalih bahwa kliennya ternyata sudah memiliki jadwal lain yang tak bisa dibatalkan, sehingga dirinya mengajukan penundaan juga untuk kliennya.

Heboh Firza Husein dan Kak Emma

Firza dan Kak Emma menjadi perbincangan beberapa waktu terakhir di jagat dunia maya. Ini disebabkan oleh hubungan kedua wanita tersebut dengan Habib Rizieq Shihab. Siapa yang tak tahu dirinya? Paling tidak sosoknya familiar dan mudah diingat karena selalu memakai pakaian panjang, sorban, dan berwarna serba putih. Ia juga pentolan FPI yang sangat disegani, baik oleh jamaahnya maupun beberapa pejabat negeri. Berkenaan dengan FPI, pertanyaan sama bisa dberikan lagi, siapa yang tak tahu FPI? Organisasi masyarakat ini terkenal memiliki basis massa yang solid dan kuat. Walaupun secara organisasi mereka memiliki sistem terstruktur dan kuat, pihaknya dapat dikatakan sangat ekstrim, konservatif, populis, dan tak jarang rasis.

FPI dalam salah satu aksinya (foto: Poskota)

Kembali pada sosok Rizieq, dirinya memang beberapa kali berurusan dengan polisi, mulai dari kasus pencemaran suku Sunda, fitnah palu arit pada mata uang, hingga pencemaran atas Pancasila. Semua terkait dengan isi perkatannya, terlepas dari cara penyampaiannya yang blak-blakan khas agitator ulung. Namun, pada kasus ini sang habib agaknya harus ‘bersembunyi’. Terbukti, setelah rumor ini merebak, dirinya tak lagi aktif memimpin aksi damai Bela Islam yang terakhir berlangsung pada 31 Maret 2017 di Monumen Nasional.

Balada Kasus Cinta Habib

Ketidakterlibatan Habib Rizieq dalam aksi damai Bela Islam terakhir, memang tak bisa seenaknya diterjemahkan sebagai caranya bersembunyi dari masyarakat setelah seakan ‘jinak’ akibat kasus ‘cinta’ ini. Namun, sosok Firza Husein dan Emma dapat ditelusuri lebih lanjut.

Firza Husein Maskaty adalah sosok yang diduga berselingkuh dengan Habib Rizieq. Melalui kuasa hukumnya, Dahlia Zein dikatakan, Firza pertama kali berkenalan dengan Rizieq dua tahun lalu di Megamendung, Bogor dalam kegiatan pengajian. Hubungannya dengan Rizieq, murni sebatas murid dan guru, karena Firza ingin lebih mendalami ilmu keagamaan. Selain sebagai seorang murid, Firza diketahui adalah ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana (YSSC). Tak jelas apa visi dan misi yayasan ini, namun menyandang kata ‘Cendana’, tentunya kita mudah menghubungkannya dengan keluarga yang dahulu punya kekuatan menggenggam Indonesia selama lebih dari 30 tahun lamanya.

Benar saja, anak bontot Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto disebut Firza sebagai pemilik yayasan. Oleh Tommy, pernyataan Firza langsung dibalas dengan somasi. Kuasa hukum Tommy, Cynthia Sutrisno, menyatakan somasi ini adalah bentuk peringatan dari kliennya kepada Firza untuk tidak menyeret nama Tommy Soeharto dalam kasus yang dihadapi Firza, apalagi menyebut kliennya sebagai pemilik yayasan tersebut. Polisi serta merta turut menegaskan kepada khalayak bahwa Tommy Soeharto tidak memiliki sangkut paut apapun dalam kasus Firza Husein. Firza sendiri hanya bisa berdalih, dirinya sangat mengagumi dan mengidolakan sosok Soeharto.

 

Lebih jauh lagi, pada 12 Desember 2016, ternyata Firza Husein sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus makar. Ia beserta sembilan orang lainnya ditangkap subuh hari di hotel San Pacific Place. Dana makar tersebut digunakannya untuk mengumpulkan mobil komando. Proses pengumpulan dana makar ini, tak disangka turut membawa dedengkot Republik Cinta, Ahmad Dhani. Sebagai saksi, mantan vokalis berkepala plontos itu mengaku sempat dihubungi Firza untuk menyediakan mobil demi keperluan aksi damai 212 lalu, namun batal karena sudah ada yang menyediakan. Selain Ahmad Dhani, nama Kivlan Zen, Ratna Sarumpaet, Sri Bintang Pamungkas, dan Rachmawati Soekarnoputri turut terseret dugaan makar, namun tak jelas ujungnya seperti apa.

Kasus makar dan terduga pornografi ini, juga menegaskan Firza sebagai sosok yang tak kooperatif dengan kepolisian. Ia sering menunda pertemuan terkait pemberian saksi, baik dalam kasus makar maupun yang sedang dihadapinya bersama Rizieq ini. Fifi Husein, sang adik menyatakan bahwa kakaknya memang memiliki tekanan darah tinggi sehingga kerap sakit dan ‘kumat’. Maka dari itu kakaknya sering mengajukan penundaan.

Berbeda dengan Firza Husein, sosok Emma jauh lebih misterius. Sosoknya secara fisik tak pernah terungkap. Ia terseret karena menjadi sandaran keluh kesah Firza mengenai hubungannya dengan Rizieq. Emma sendiri, menurut keterangan kuasa hukumya, Mirza Zulkarnaen, adalah orang Arab, memiliki nama lengkap Fatima, berumur 40 tahun, dan kerap disapa Ummi Emma. Pengacara Habib Rizieq berseloroh, Emma adalah istri ketua DPP FPI, Habib Muchsin Zein Alatas.

Kiri-Kanan: Anies Baswedan, Arifin Ilham, Muchsin Zen Alatas, Tommy Soeharto (foto: istimewa)

Melalui kuasa hukumnya, dijelaskan pula selain aktif mengajar mengaji, Emma dan suaminya aktif di Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI). Ia dikabarkan juga menderita dan tertekan akibat terpaan permasalahan yang mengharuskannya ‘bolak-balik’ kantor kepolisian dan waktu hampir seharian. Dalam pernyataan terakhirnya kepada polisi, Emma mengaku kecewa dengan Firza karena harus ikut teraduk dalam masalah cinta sang habib. Ia menambahkan, jika tidak mengenal dekat Firza, hanya sebatas teman curhat saja.

Yang tak disadari Emma, begitu pula mayoritas masyarakat, walaupun Firza menjadi tersangka dirinya juga rawan menjadi korban reviktimisasi publik. Reviktimisasi ini membentuk opini seakan Firza pantas direndahkan karena foto-foto pribadinya tereskpos ke ranah publik dan mengundang male gaze. Padahal yang lebih penting diperhatikan adalah peran Firza sebagai makar dan berpotensi menghubungkan beberapa ‘kekuatan’ melalui kedekatannya dengan Habib Rizieq.

Kapolri: Mirip Luna-Ariel

Pada awal terkuaknya situs tersebut, pihak kapolri bergerak sangat cepat menutup saluran situs hingga tak bisa lagi dibuka hanya dalam waktu empat jam! Setelah itu, Kapolda Metro Jaya, Irjen Iriawan mengaku tak sulit bagi dirinya membuka kasus ini, “Itu tidak terlalu sulit, hampir sama dengan kasus Luna-Ariel, sehingga tidak bisa dibantah.” ujarnya yakin pada Februari lalu.

Tak hanya pihak kepolisian, parak telematika dan antopometri juga diturunkan demi memeriksa foto dan pesan-pesan Whatsapp Firza dan Habib Rizieq. Ahli antopometri akan mencocokan tanda-tanda pada tubuh dengan foto-foto yang tersebar. Tak hanya itu, Irjen Iriawan juga menambah bantuan dari pihak forensik dan kedokteran untuk mendapat hasil sahih mengenai kebenaran foto dan pesan yang beredar.

Habib Rizieq sendiri sudah menolaknya jauh-jauh hari. Ia mengatakan semua pesan dan foto-foto yang terdapat dalam situs baladacintarizieq.com adalah fitnah, “Kita tahu alhamdulillah, kemarin bahwa Firza juga sudah menyampaikan bantahan melalui jruu bicaranya, yaitu kalau tidak salah Yakub Arupalaka yang mana Firza Husein menolak bahwa rekaman suara, foto ataupun chat yang ada sama sekali beliau tidak bertanggung jawab dan tidak tahu menahu.” ujar Rizieq.

Usaha Menjatuhkan Rizieq?

 Rizieq sebelumnya memang sudah tersangkut lebih dari lima kasus pidana. Apakah benar kasus ini adalah sebagian usaha menjatuhkannya? Tak dipungkiri FPI yang dipimpinnya memang memiliki pengaruh kuat. Pengaruh ini mampu membuat delusi sebagian umat muslim Indonesia seakan bangkit dan mendapatkan kekuatan melalui aksi populis “411”, “212” dan lain-lain. Padahal yang terjadi, populisme konservatif yang digalang FPI tak jauh berbeda dengan apa yang ditawarkan Donald Trump dan para konservatif kulit putih Amerika Serikat, Marie Le Pen di Perancis, Brexit di Britania Raya, gerakan PEGIDA di Jerman, hingga Geert Wilders di Belanda. Gerakan tersebut tak pernah benar-benar menyentuh permasalahan mendasar yang diderita umat islam, dan juga masyarakat Indonesia secara umum. Malah, bersifat rasis dan penuh sentimen etnis, walaupun tentu saja tidak semuanya seperti itu. Namun, di sinilah kekuatan FPI dan Habib Rizieq, mengumpulkan massa sebesar itu tentu saja bukan perkara mudah.

Jika benar Rizieq berusaha dijatuhkan, ia tentu sudah lama tersungkur dua tahun lalu dalam kasus penghinaan karena memplesetkan salam berbahasa Sunda. Tak lupa, ia juga sudah mengantongi status tersangka pada kasus pelecehan terhadap Pancasila. Jika kasus dugaan pornografi ini terbukti, Rizieq bisa saja harus tinggal di balik jeruji besi, atau bahkan tidak perlu. Hubungannya dengan Firza membongkar relasi Rizieq yang tertutup, seperti dugaan relasi dengan keluarga Cendana, misalnya.

Jika Rizieq ditahan, maka ia harus menempuh hukuman dari kasus-kasus terdahulu sehingga berkas dakwaannya menjadi satu. Keputusan itu tentu saja tetap berada di pihak penegak hukum. Bersamaan dengan itu, kita bisa menyaksikan bagaimana kasus lain, yang juga dihadapi Rizieq bergilir, mulai dari kasus pencemaran sapaan Sunda, dugaan adanya palu arit dalam mata uang, penghinaan kepada Pancasila, serta kasus terduga pornografi satu ini. (Berbagai Sumber/A27)