Bagaimana Nasib Hanura Pasca Wiranto?

Wiranto pasca Hanura
Wiranto (Foto: Antara Foto/Dhemas Reviyanto)
3 minute read

Ho.. Ho.. Ya nasib ya nasib, mengapa begini?” – Rhoma Irama, Kegagalan Cinta


PinterPolitik.com

Apa yang bisa diingat dari Partai Hanura? Kalau pertanyaan ini diutarakan jelang Pemilu 2009 atau Pemilu 2014 jawabannya mungkin cuma satu, Wiranto.

Gimana enggak, Pak Wiranto kan memang jadi sosok yang mendirikan partai ini. Selain itu, Pak Wiranto juga jadi amat identik dengan partai ini karena sempat mencoba menuju Istana melalui kendaraan partai tersebut.

Nah, meski amat identik dengan mantan Menkopolhukam itu, kini Hanura harus mempersiapkan hari-hari tanpa Pak Wiranto.  Hal ini terjadi setelah Pak Wiranto dinyatakan tidak lagi menjabat di struktur partai setelah terakhir menjadi Ketua Dewan Pembina.

Yang jadi pembicaraan, ada dua versi dari hengkangnya Pak Wiranto dari partai yang ia bidani kelahirannya itu. Kalau kata Pak Wiranto, dia mengundurkan diri dari jabatan tersebut.


Ternyata, kubu Hanura yang kini dipimpin oleh mantan Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO). Gak sepakat dengan pernyataan tersebut. Pak OSO misalnya mempertanyakan Pak Wiranto ini mundur dari jabatan mana. Soalnya, kalau kata Pak OSO, Pak Wiranto itu hanya anggota biasa.

Wah, apakah ini menggambarkan kalau Hanura itu sedang dilanda konflik seperti yang terjadi pada tahun 2018. Ya, gak tahu juga apakah ini bisa dibilang perpecahan atau enggak. Yang jelas, ada hal unik di mana Pak Wiranto sebagai pendiri Hanura justru kini seperti terusir ketika Pak OSO jadi Ketum.

Nah, kita jadi harus memutar lagi ingatan kalau Hanura ini identik dengan Pak Wiranto pada beberapa kali gelaran Pemilu. Berdasarkan hal tersebut, gimana ya nasib Hanura setelah Pak Wiranto gak ada lagi di struktur partai?

Coba sekarang kita lihat ke Pak OSO. Sosok yang juga pengusaha ini sebenarnya bukan pertama kali jadi orang nomor satu di sebuah partai. Beliau ini sempat jadi pendiri dan ketua umum Partai Persatuan Daerah (PPD) pada tahun 2002 hingga 2010.

Setelah partai itu gak mendapatkan suara signfikan sehingga gagal menyentuh electoral threshold, Pak OSO kemudian menjadi Ketua Umum Partai Persatuan Nasional (PPN) yang masih merupakan transformasi dari PPD.

Kalau melihat capaiannya, baik PPD dan PPN ini tergolong kurang moncer karena belum sempat melabuhkan satu pun kursi di DPR nasional. PPD kalah pamor di Pemilu 2009, sementara PPN bahkan belum pernah ikutan Pemilu.

Nah, kalau melihat kondisi-kondisi tersebut, gimana ya nasib Hanura di bawah Pak OSO? Apalagi, ada banyak PR yang harus diselesaikan kalau melihat kondisi Hanura sekarang. Hanura kan gagal lolos ke DPR RI pada Pemilu 2019. Selain itu, partai ini juga sempat dilanda perpecahan di tahun 2018 ditambah yang terkini dengan Pak Wiranto.

Kita tunggu aja deh gimana kiprah Pak OSO dalam menakhodai Hanura setelah ditinggal Pak Wiranto. Kalau dari kiprahnya  sebagai pengusaha sih, beliau ini cukup sukses karena tembus 150 orang terkaya Indonesia. Kita lihat aja apakah kesuksesannya sebagai pengusaha bisa tertular juga ke kiprahnya sebagai Ketum Hanura. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.