APD Susah, Indonesia Malah Ekspor?

APD Susah Indonesia Malah Ekspor
Sejumlah petugas menyalurkan bantuan alat pelindung diri (APD) di Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Antara)
3 minute read

“I was quick to export. Never tired of ballin’.” – Rick Ross, penyanyi rap asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Di tengah kondisi yang serba sulit seperti saat ini, terkadang masih belum banyak orang yang sadar dan ingin melakukan tindakan kebaikan. Pasalnya nih, ada informasi menarik dan sangat mengagetkan bumi pertiwi, gengs.

Tau gak hayo informasi terkait apa itu? Masih terkait ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD), cuy. Bagi teman-teman yang ternyata belum mengetahuinya, maka akan kita coba kasih tau cuy.

Ceritanya begini. Di tengah kondisi serba susah dan kekurangan APD seperti saat ini, ternyata ada pihak yang masih nakal dan menyelah gunakan wewenang, cuy.

Padahal, tim dokter dan tenaga medis sedang mempertaruhkan nyawa mereka dengan menggunakan perlengkapan seadanya. Ehhh, ternyata ada pihak yang malah melakukan ekspor APD ke luar negeri. Haduuhhh, kok bisa ya. Apa mereka tidak memikirkan kondisi masyarakat dan bangsanya sendiri? Hmmmm.


Lebih mengagetkan lagi nih, jumlah yang diekspor bukan kaleng-kaleng, yakni sebanyak lebih dari 1,2 juta APD yang sangat dibutuhkan di tengah wabah Corona ini diduga lolos ekspor ke Korea Selatan. Barang produksi dari sejumlah pabrik garmen di Indonesia tersebut berhasil dikirim melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok.

Padahal nih, gengs, sejak tanggal 16 Maret kemarin pemerintah Indonesia secara resmi telah melarang kegiatan ekspor anti septik, bahan baku masker, alat pelindung diri, dan masker. Ehhh, ini tanggal 20 Maret malah ekspor. Hadeuhhh. Kalau kondisinya seperti ini, menurut kalian gimana nih, gengs?

Tega banget gak sih? Masa mereka tidak mempunyai hati nurani? Hadehhh.

Usut punya usut nih, ekspor ini dilakukan oleh enam perusahaan yang berada di Bogor, gengs. Perusahaan tersebut berinisial PT. GI, DD, PG, IB, PH, dan II. Waduh, kira-kira siapa ya oknum atau tokoh yang mempunyai pengaruh hingga enam perusahaan ini berhasil ekspor APD ke Korea Selatan? Jangan-jangan, ah jangan lah, biar teman-teman sendiri yang menebak, takutnya nanti dibilang menyebar hoax. Kan bahaya. Hehehe.

Memang sih, serial movie dan film drama korea (drakor) laku banget di Indonesia. Bahkan, tidak sedikit milenial jaman sekarang mengatakan bahwa kaum adam dan hawa di negeri ginseng itu cakepnya pakai banget. Bisa dibilang perfect gitu lah.

Apa jangan-jangan mereka pihak eksportir ini pecinta drakor juga? Hehehe. Ya, bagaimanapun kondisinya, kita kan harus mendahulukan kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu. Masa gitu aja harus dikasih tahu? Hmmm.

Ketika dikonfirmasi kepada Kepala Kantor Bea Cukai Bogor yaitu Tatang Yuliono, doi tidak menampik adanya ekspor barang dari Bogor ke Korea Selatan, cuy. Weleh-weleh, kalau kondisinya seperti ini, kita masyarakat biasa harus percaya dan menggantungkan nasib kepada siapa, cuy?

Gimana nih kinerja Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Ditjen Daglu). Dalam kondisi seperti ini, mereka sebenarnya kecolongan apa jangan-jangan ada oknum yang sengaja melakukannya ya? Kalau memang sudah ada larangan, kenapa bisa ekspor nih? Hmmm.

Mungkin pertanyaan ini bisa dijawab oleh mereka yang mempunyai otoritas ya, gengs. Masak kita menunggu pasir di lautan memberikan bisikan jawaban. Uppss.

Pasalnya nih, semua barang yang bisa diekspor itu harus mendapatkan ijin dari mereka dulu baru bisa dieksekusi, gengs. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.