Anies ‘Keruk’ Uang Warga

Anies ‘Keruk' Uang Warga
Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta. (Foto: PojokSatu)
2 minute read

“Aku mencari kegagalan dalam bisnis saya. Jadi, ketika aku rugi, aku tetap menjaga semangatku dan ketika aku untung, itu akan menambah rasa syukur saya.” ~ Bob Sadino


PinterPolitik.com

[dropcap]A[/dropcap]nies Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta berniat akan melepas saham PT Delta Djakarta, perusahaan yang menaungi bisnis minuman keras.

Wedeeeeww, sadis juga Pemprov nanem saham di bisnis minuman keras, artinya sepakat sama minuman keras. Hadeuuuh, jangan keras – keras ah, cari bisnis yang lembut – lembut aja tapi menghasilkan, daripada begitu kan, ahhh syudahhlah.

Tapi sedari awal kampanye, katanya Anies – Sandi memang sudah memiliki niatan untuk melepas saham, cuma sekarang masih konsultasi supaya ga salah langkah. Hmmm, yaiyalahhh, jangan cuma mau melunasi janji kampanye abis itu faktor lain dilupakan.

Uhuuukkk, uhuuukkk, kalau diinget – inget sih dulu janjinya ga bakalan mikir dua kali kalau mau lepas saham, tapi giliran udah menjabat baru mau konsultasilah, nyari penasehat lah. Ahhh syudahhhlah. Namanya juga nyanyian pas masih “jualan” di kampanye, wajar kali ya, weleeeh weleeeh.

Lah emangnya TGUPP punya Anies – Sandi ga ada yang punya kepakaran tentang bidang ini, kan sayang juga kalau mau nyari penasehat lagi. Kebanyakan penasehat nanti bukannya makin jelas kerjanya, ehhhh malah makin keblinger, weleeeh weleeeeh.

Motivasinya sih ada kelesuan progres perusahaan, penghasilannya dari barang yang haram katanya. Nah katanya sih lebih baik dialihkan aja jadi pemanfaatan air bersih, weleeeh weleeeeh, mau dikomersialisasi nih?

Ampun dah ah. Investasi apaan kalau ujung – ujungnya bikin warga merogoh kocek terlalu dalam, ampe jebol kali tuh koceknya. Kalau misalkan ada komersialisasi air bersih, investasi Pemerintah Provinsi sih bermanfaat, tapi kalau bikin sengsara warga ya sama aja ini mah ah, hadeuuuhhhh.

Kan udah ada putusan Mahmakah Agung (MA) kalau Pemprov DKI itu  harus memutuskan kontrak dengan perusahaan swasta yang bergerak di air bersih.

Tapi kalau misalkan ada investasi peralihan begini, bisa bikin pemasukan Pemprov bergelimangan untung atau malah keruk uang dari warga? Manfaat sih manfaat. Waduuuh, jadi paradoks begini ya, weleeeh weleeh. (Z19)