Anies, Colosseum, dan Nyinyir Netizen

Anies Reuni 212
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Istimewa)
2 minute read

“You always take time to criticize me,” – Simple Plan, Shut Up


PinterPolitik.com

Beberapa waktu lalu, netizen sempat dihebohkan dengan penghargaan Adhi Karyawisata yang diberikan Pemprov DKI Jakarta kepada diskotek Coloseum. Hebohnya netizen ini mungkin aja gak tiba-tiba asalnya, hal ini terkait dengan persona publik Gubernur Anies Baswedan yang kerap menjauhi perkara semacam itu.

Jadi, Pak Anies ini kan pas Pilgub DKI Jakarta 2017 ini banyak didukung oleh ormas-ormas Islam. Selain itu, dalam banyak kasus, mantan Mendikbud ini kan memang membuat kebijakan yang dekat dengan isu yang diperjuangkan ormas-ormas tersebut. Pak Anies misalnya berkeinginan melego saham Pemprov DKI di perusahaan bir.

Nah, karena gambaran publik yang demikian, banyak netizen yang nyinyir kepada Pak Anies. Mereka sepertinya kebingungan, kok Pak Anies yang dekat dengan ormas Islam, malah memberikan penghargaan ke  diskotek sih?

Hal ini jadi tambah menimbulkan respons nyinyir netizen karena sebelumnya Pak Anies juga memberikan izin kepada festival musik Djakarta Warehouse Project (DWP) 2019. Padahal, gelaran tersebut jauh sekali dari aspirasi ormas pendukung Pak Anies yang ingin acaranya dibatalkan.

Di tengah kebingungan itu, Pak Anies ternyata langsung gerak cepat. Penghargaan yang diberikan Disparbud DKI Jakarta itu akhirnya ia minta untuk dicabut. Bukan cuma penghargaannya aja yang batal, tapi ia juga langsung mencopot Plt Kadisparbud DKI Jakarta. Wow!

Sebenarnya, mungkin alasan pembatalan penghargaan ini gak terkait dengan suara-suara pedas dari netizen. Jadi, konon BNNP DKI Jakarta pernah melakukan razia dengan indikasi narkoba di Colosseum, makanya penghargaan itu  harus dibatalkan.

Terlepas dari alasan pembatalan itu, sikap para netizen yang nyinyir kepada Pak Anies sebenarnya bisa dibedah. Kan, banyak dari mereka yang gak suka dengan kebijakan yang terlalu pro kepada ormas Islam. Nah, pas Pak Anies udah bikin kebijakan semacam itu, kok malah dijadikan bahan pergunjingan sih?

Nanti, kalau misalnya Pak Anies menerima itu sebagai kritik dan mengoreksinya dengan melakukan pembatalan gimana? Sekarang mungkin penghargaan buat Colosseum dibatalkan karena indikasi Narkoba. Kalau nanti Pak Anies gak izinkan DWP atau hal lain gimana? Mau party di mana?

Ya semoga aja sih Pak Anies bisa membuat kebijakan yang beneran bermanfaat semua golongan. Jangan sampai bikin kebijakan yang cuma bikin senang pendukungnya aja atau karena ingin membungkam mulut-mulut nyinyir netizen. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.