Andre Rosiade vs Everybody

Andre Rosiade vs Everybody
Anggota DPR Fraksi Gerindra Andre Rosiade. (Foto: Instagram/@andre_rosiade)
3 minute read

“All the n***as in the hood wanna fight you” – YG, penyanyi rap asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Akhir-akhir ini, judul-judul berita kembali diisi dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di Indonesia sendiri setelah sebelumnya ramai isu Perang Dunia III antara Amerika Serikat-Iran dan penyebaran virus Corona (Covid-19) di Tiongkok. Berita yang dimaksud ini datang dari Padang, Sumatera Barat.

Kabarnya, seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fraksi Partai Gerindra yang bernama Andre Rosiade udah nggerebek pekerja seks komersial (PSK) berbasis daring (atau online) di sebuah hotel di Padang. Katanya sih, penggerebekan ini menunjukkan bahwa prostitusi tetap eksis di kota asal Pak Andre itu.

Bukan dianggap sebagai pahlawan yang mengungkapkan fakta prostitusi di Padang, Pak Andre justru mendapat banyak kritik tuh.  Banyak pihak menilai bahwa beliau udah secara sengaja menjebak PSK itu.

Komisi Nasional (Komnas) Perempuan misalnya, menilai apa yang dilakukan oleh Pak Andre malah merendahkan martabat perempuan sebagai manusia. Pasalnya, PSK yang digerebek itu dinilai telah dipermalukan.


Selain Komnas Perempuan, sorotan juga datang dari Ombudsman Republik Indonesia (RI). Lembaga ini menilai ada kejanggalan prosedur atas penggerebekan yang dilakukan oleh Pak Andre. Bahkan, kesewenang-wenangan dalam prosesnya diduga juga terjadi.

Mungkin, kritik-kritik inilah yang membuat Pak Andre berusaha membuktikan bahwa dirinya tidak menjebak PSK. Namun, sebuah gambar kuitansi hotel yang menunjukkan nama beliau malah tersebar di medsos – menunjukkan bahwa Pak Andre tahu-menahu soal rencana penggerebekan itu.

Tak tinggal diam, Pak Andre langsung berencana mengajukan somasi pada pihak hotel. Namun, beliau malah dapat ancaman dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) karena dianggap merugikan nama baik industri perhotelan.

Hmm, merasa kesal dengan berbagai kritik yang datang, Pak Andre akhirnya curhat (curahan hati) kalau dirinya makin “diserang” karena telah mengomentari Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) a.k.a. Ahok yang dinilai berlagak seperti direktur. Wah, gimana nih? Ahok diseret-seret juga akhirnya.

Belum selesai menghadapi berbagai sorotan padanya itu, Pak Andre akhirnya juga dilaporkan ke Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR oleh Jaringan Aktivis (Jarak) Indonesia. Anggota MKD Fraksi PDIP Arteria Dahlan yang pernah dilaporkan ke MKD akhirnya turut berkomentar tuh.

Kata Pak Arteria, kekuasaan yang dimiliki oleh Pak Andre telah dipertontonkan secara tidak patut dalam kasus ini. Beliau menilai bahwa penggerebekan itu tidak masuk akal dan tidak mencerminkan sikap politikus.

Wah, terkait dengan kondisi tersebut, Pak Andre ternyata punya pernyataan tersendiri. Kata beliau, ia menyoroti ada anggota DPR yang pernah menghujat orang tua, sementara dirinya  gak pernah. Katanya, dia perlu ngaca soal sikapnya di masa lampau yang menghina orang tua itu.

Sementara itu, diketahui kalau Pak Arteria ini pernah dianggap memaki orang tua yaitu Profesor Emil Salim. Apakah yang dimaksud Pak Andre adalah Pak Arteria?

Hmm, kalau beneran gini caranya, musuh Pak Andre ini kayaknya bakal bertambah terus nih. Di tengah-tengah situasi yang mana menjadikan beliau sebagai sorotan banyak pihak, malah mengajak berantem rekan sejawatnya sendiri di DPR.

Ya, mungkin, situasinya kini dapat dianggap sebagai Pak Andre versus everybody. Bagaimana tidak? Sikap yang ditunjukkan oleh beliau malah makin mengundang banyak kritik. Ya, kita nantikan saja bagaimana nasib Pak Andre ini nanti – apakah sanksi pidana dan etik akan tetap menghantuinya. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.