Akselerasi Papa Tak Maksimal

Akselerasi Papa Tak Maksimal
Setya Novanto, Tersangka Kasus KTP-El (Foto: Tempo)
2 minute read

“Mungkin kecepatan punya batasan, tapi harapan menang tak pernah terbatas”


PinterPolitik.com

Papa kini sedang memperbaiki akselerasinya dalam tarik ulur kasus yang menimpanya. Siapa yang lebih cepat ia yang akan menang.

Beradu akselerasi antara sidang praperadilan dimulai dan lebih dulu sidang tindak pidana korupsi. Weleeeh weleeeh udah kaya pembalap aja nih siapa yang cepat dia yang menang hehe.

Apalagi ditambah quote Opa, lebih cepat lebih baik hehehe mantap betul dah.

Secara logika bila sidang tindak pidana korupsi kasus KTP-el berkasnya sudah terpenuhi dan dimulai maka gugur sudah proses pengajuan praperadilan Papa yang takkan membuahkan hasil. Cieeee kesalip hahaha.


Kalau memang KPK belum memenuhi berkas dan sidang tipikor belum dimulai juga, artinya masih ada peluang Papa untuk lolos dari jeratan kasus melalui praperadilan. Oh tidak bisa hahahaha. Hakimnya kan jarang meloloskan praperadilan katanya wkwk

Makanya kalau mau nyalip itu pake kendaraan yang punya kecepatan melesat dong Papa, jangan malah pake motor jadul, ngebut engga meledak iya wkwkwk

Dari upaya saling salip menyalip ini tetap membuat Papa merasa khawatir nasib apa yang akan menimpanya, atau justru akan adanya drama lanjutan Papa Fastest The Movie. Segera nonton di bioskop kesayangan Anda ya ahahahay.

Nasib Papa hanya bergantung pada kecepatan saja. Namun bukan kali ini saja Papa bergantung pada kecepatan, pas kecelakaan juga kemarin Papa bergantung ke kecepatan juga. Weleeeh weleeeh.

Tapi kayanya akselerasi Papa mulai melambat, apalagi dua pengacaranya mundur. Hmmm akankah jadi akhir dari perjalanan Papa?

Di saat Papa menginginkan kecepatan untuk praperadilan agar menggugurkan status tersangkanya, namun dua pengacaranya malah mundur dan tak menemaninya. Ini bencana bagi Papa di masa – masa terpuruknya.

Bisakah Papa keluar sebagai pemenang dalam pertarungan balapan ini? Sepertinya Papa akan menemui berbagai kemelut yang semakin rumit. Solusi terbaiknya ialah pasrah saja Papa. (Z19)