Akankah Nadiem Kabulkan Doa Siswa?

Nadiem Makarim Hapus UN
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (Foto: Nasional Tempo.co)
2 minute read

“Prayer begins where human capacity ends.” – Marian Anderson dan kemungkinan para pelajar yang lelah dengan UN


 PinterPolitik.com

Pasti teringat bagi kita semua yang telah melalui masa-masa sekolah betapa sengsaranya ketika memasuki detik-detik ujian nasional (UN). Sudah kita lelah, dipaksa pula ikut les dengan embel-embel platinum, gold dan silver yang membedakan siswa dari strata ekonomi dan intelegensia. Belum lagi dulu ga ada internet jadi bawa buku segede gaban sudah jadi keseharian para pelajar.

Dari generasi ke generasi doa para pelajar pun sama, semoga pada tahun mereka UN dihapuskan. Namun sering kali kita tidak mendapatkan apa yang kita mau. Makanya para pelajar itu stres dan prestasi pun bisa tiba-tiba anjlok di masa depan.

Pasti banyak deh kawan, sodara atau bahkan kita sendiri yang mengalami situasi dimana prestasi di sekolah itu bagus malah kadang meningkat, namun semua sirna ketika berhadapan sama UN. Sia-sia sudah perjuangkan menuju masa depan gemilang di hadapan UN yang menyayat otak.


Namun agaknya seperti kotak Pandora, di mana ketika segala kesengsaraan dunia bertebaran namun masih tersisa harapan. Harapan itu pun bernama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Nadiem yang sekarang menjabat sebagai Mendikbud mengeluarkan wacana untuk menghapus UN.

Alasan Nadiem adalah karena dia prihatin kondisi para pelajar yang harus menanggung stres jika berhadapan dengan UN. Sungguh mulia, sudah prihatin ke guru sekarang para pelajar pun diayomi. Wacana ini dikeluarkan Nadiem setelah banyaknya masukan dari pihak guru maupun siswa yang menolak kalo UN tetap dilaksakan tiap tahun.

Sungguh doa para pendidik dan orang-orang teraniaya (pelajar) itu yang dikabulkan oleh Tuhan. Memang Tuhan Maha Mendengar.

Tapi sebaiknya jangan berbahagia terlalu dini. Pasalnya wacana Nadiem masih dalam tahap kajian yang membutuhkan waktu lama untuk menimbang apakah UN memang buruk atau tidak. Nadiem pun juga berusaha merevolusi cara mendidik dari yang sekedar menghapal informasi menjadi kompetitif untuk meningkatkan SDM dalam bidang pendidikan.

Memang masa depan tanpa UN ini sangat menggiurkan bagi para pelajar, namun yang sekarang jadi pertanyaan, jika benar UN dihapuskan kira-kira apa nih pengganti yang telah disiapkan Nadiem untuk mengukur kemampuan kognitif para pelajar? (M52)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Nadiem Selamatkan Nasib Anak Guru?