Ada Kominfo di Situs Dewasa?

Ada Kominfo di Situs Dewasa
Menkominfo Johnny Gerald Plate berpose di kantornya. (Foto: Jawa Pos)
2 minute read

“Like, look at the internet! It’s cracking as hell” – Lil Dicky, penyanyi rap asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Usai menjadi perhatian publik terkait polemik pemblokiran situs-situs streaming film ilegal – seperti IndoXXI, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kini kembali menjadi perhatian publik dan warganet. Dalam media sosial Twitter, cuitan seorang warganet menjadi viral akibat mengunggah sebuah potongan gambar yang menunjukkan profil dan komentar akun bernama “Kemkominfo” dalam sebuah situs dewasa.

Tak lama setelah diunggah, banyak warganet langsung merespons dengan berkomentar dan membagikan ulang potongan gambar tersebut. Beberapa langsung menyebut (mention) akun Kominfo.

Sontak, Kominfo sendiri langsung menanggapi ramainya kabar akun di situs dewasa yang mengatasnamakan lembaga tersebut. Sebuah utas panjang yang terdiri atas enam hingga tujuh cuitan pun langsung diunggah sebagai siaran pers dari kementerian yang kini dipimpin oleh Johnny Gerald Plate itu.

Mungkin, pengunggah cuitan Kominfo tersebut terlalu terburu-buru. Pasalnya nih, poin kedua dari utas tersebut sampai-sampai terlewatkan. Waduh.


Kominfo sendiri pada intinya telah menyangkal kepemilikan akun tersebut. Meski begitu, kementerian itu tampaknya tidak begitu saja tinggal diam. Situs dewasa tersebut kabarnya telah dilaporkan oleh Kominfo ke pihak berwajib atas dugaan pencemaran nama baik.

Tapi, uniknya nih, upaya pelaporan tersebut mendapatkan reaksi yang berbeda dari warganet. Alih-alih berkomentar mengenai keaslian akun di situs tersebut, warganet malah membanding-bandingkan kiprah Kominfo dengan situs dewasa itu.

Ada warganet yang menyebutkan bahwa perusahaan situs dewasa yang dimaksud telah berkontribusi banyak bagi masyarakat luas, seperti kampanye menanam pohon, memberikan beasiswa, hingga donasi untuk penelitian kanker payudara.

Sementara, sumbangsih Kominfo yang disebutkan hanyalah pemblokiran. Hmm, seharusnya, Kominfo jangan mau kalah dong.

Ya, mungkin, ramainya polemik akun situs dewasa ini bisa jadi pelajaran buat Kominfo. Boleh jadi, reaksi warganet terhadap respons Kominfo merupakan hasil dari kegeraman masyarakat atas kebijakan-kebijakan pemblokiran.

Mungkin, lain kali nih, Kominfo perlu mendengarkan kembali aspirasi warga sebelum memblokir internet, situs, dan aplikasi yang digunakan masyarakat luas. Lagi pula, keluhan warganet juga penting untuk menciptakan kebijakan yang lebih baik dan inklusif. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.