Ada Apa dengan Yusril?

yusril ihza mahendra
Yusril Ihza Mahendra. (Foto: Kabar News)
2 minute read

“Politik menentukan siapa yang akan memiliki kekuasaan, bukan memiliki kebenaran” ~Paul Krugman, ekonom Amerika Serikat.


PinterPolitik.com

Cahaya bulan dan bintang selalu berhasil menyinari langit malam. Tapi kenapa Partai Bulan Bintang malah meredup ya? Masa karena keberatan nama? Hehehe.

Tak bisa dipungkiri kalau kiprah partai yang diketuai Yusril Ihza Mahendra tersebut sedang redup-redupnya. Elektabilitasnya bahkan diramalkan tidak mampu menembus angka 1% di Pemilu 2019 nanti. Suram, bro…

Tapi sekarang PBB sudah menentukan untuk mendukung pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. Karena pasangan tersebut paling bermanfaat untuk umat Islam katanya. Cailaahh, bermanfaat buat apa nih? Hehehe.

Padahal selama ini sang ketua kerap menjadi pengkritik keji rezim petahana. Sempat hadir Ijtima Ulama segala lagi. Ehh, sekarang malah memilih merapat ke kubu yang berseberangan.


Kalau kata adik capres Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, Yusril itu baru bangun tidur atau gimana? Kok setelah sekian lama, tiba-tiba membelot? Kenapa tuh kira-kira? Apa iya semata-mata alasannya karena umat Islam? Tentu efek ekor jas juga dong?

Tapi kira-kira bergabungnya PBB ke TKN bakal ngaruh ke perolehan suara nggak ya? Atau PBB malah bisa terpecah belah? Hmmm…

Ya, kita nggak bisa menampik kalau ada golongan PBB yang terang-terangan menyatakan ketidaksetubuhannya. Ehh, maksudnya tidak setuju gitu loh. Sebanyak 80 calon anggota legislatif PBB yang tergabung dalam Gerakan Nasional Caleg PBB Poros Makkah tetap mendeklarasikan mendukung capres-cawapres hasil Ijtima Ulama, yakni Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Gimana mau menang Pemilu? Wong nentuin dukung kubu mana aja nggak kompak. Suram…

Lagian kenapa sih Yusril malah semakin yakin ke Jokowi? Emang nggak kecewa atas batalnya pembebasan Abu Bakar Ba’asyir? Emang nggak bete disalah-salahin TKN, dianggap grasak-grusuk dalam mengeluarkan pernyataan terkait hukuman Ba’asyir? Hehehe.

Kayaknya Yusril udah patah hati banget karena pernah dikacangin sama Prabowo setelah sekian lama. Doi pun mengakui kalau kubu Jokowi-Ma’ruf lebih bisa diajak kompromi. Selain itu, suara di kader bawah juga kencang ke Jokowi-Maruf. Katanya…

Patah hati itu memang menyakitkan... Click To Tweet

Eike jadi teringat dengan tulisan Maisie Junardy di Man’s defender. Doi bilang, politik modern itu lebih mengedepankan taktik dan diplomasi – tawar-menawar dan timbang-menimbang. Dalam kasus sikap politik Yusril, mungkin saja Jokowi-Ma’ruf emang lebih asyik diajak main timbangan kepentingan, dibanding Prabowo-Sandi. (E36)

Baca juga :
Gus Dur dan Seni Merangkul Papua