Ada Apa dengan Kediri, Pak Pramono?

Pramono Anung
Seskab Pramono Anung (Foto: Media Indonesia
2 minute read

“And I say, hey yeah yeah, hey yeah yeah. I said hey, what’s going on?” – 4 Non Blondes, What’s Up?


PinterPolitik.com

Tiba-tiba saja Kota Kediri, Jawa Timur jadi bahan pembicaraan banyak orang. Bukannya apa-apa, belakangan ini muncul kabar kalau Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung melarang Pak presiden Jokowi untuk mengunjungi daerah tersebut.

Loh, memangnya ada apa ya kok sampai harus melarang? Apakah kota itu memiliki ancaman keselamatan kepada presiden? Ataukah karena akses medan ke sana yang sulit untuk dilalui oleh kendaraan presiden?

Ternyata bukan itu  semua alasannya. Kalau merujuk ke Pak Pramono, ia bukannya tanpa sebab memberikan larangan itu kepada Pak Jokowi. Mantan Wakil Ketua DPR RI itu mengingat kunjungan presiden keempat Abdurrahman Wahid ke daerah yang berada di Jawa Timur itu.

Kalau kata Pak Pramono, setelah Gus Dur berkunjung ke daerah tersebut, terjadi gejolak di ibu  kota. Bukan sembarang gejolak, karena hal itu ternyata berujung pada pelengseran Gus Dur. Nah, sepertinya Pak Pramono ini gak ingin kalau Pak Jokowi bernasib sama seperti Gus Dur. Waduh.


Memang sih, ada semacam kepercayaan di dalam masyarakat kalau seorang presiden itu gak boleh berkunjung ke kawasan Kediri. Katanya, Kediri itu wilayah wingit yang gak boleh dikunjungi oleh Presiden Republik Indonesia.

Kepercayaan ini disinyalir terkait erat dengan sejarah Kota Kediri. Ada sebuah sabda dari Raja Kalingga, Kartikea Singha yang mengatakan, setiap kepala negara yang tidak memiliki hati suci maka akan jatuh atau lengser.

Mungkin itulah sebabnya, hanya Soekarno, B.J. Habibie, Gus Dur, dan Susilo Bambang Yudhoyono yang berani mengunjungi kota tersebut. Pak SBY mungkin jadi yang lumayan menarik, karena Ketua Umum Partai Demokrat ini berkunjung ke Kediri sebanyak dua kali.

Nah, itu ada Pak SBY yang berkunjung ke Kediri dua kali, kok gak terjadi apa-apa? Bukan sekadar gak terjadi apa-apa, Pak SBY bahkan melewati dua periode kepemimpinan dengan cukup mulus dan juga dengan popularitas yang cukup mentereng.

Berkaca dengan kasusnya Pak SBY itu, kok Pak Pramono harus melarang Pak Jokowi sih? Kenapa sih Pak Pramono sampai khawatir banget Pak Jokowi harus gak ke Kediri?

Ya, semuanya adalah misteri. Termasuk juga mungkin tentang kepercayaan soal Kediri itu sendiri. Tapi, ada satu yang mungkin bukan misteri, Pak Pramono mendukung anaknya berlaga di Pilkada Kabupaten Kediri. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.